Cara Memilih Ukuran Popok yang Tepat untuk Bayi

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mengetahui cara memilih ukuran popok yang tepat sangat penting untuk menjaga kenyamanan kulit bayi. Popok yang terlalu kecil bisa menyebabkan iritasi, sementara popok yang terlalu besar bisa meningkatkan risiko kebocoran. Simak panduan lengkap menentukan ukuran popok untuk bayi yang dirangkum dari laman BabyCenter dan Moony.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
1. Cek Ukuran Berdasarkan Berat Badan dan Usia Bayi
Setiap merek popok bayi umumnya mencantumkan panduan ukuran di kemasannya berdasarkan usia dan berat badan bayi. Berikut ini adalah acuan umum yang bisa digunakan oleh orang tua:
NB (Newborn): Cocok untuk bayi baru lahir dengan berat badan 0–5 kg dan usia 0–1 bulan.
S: Direkomendasikan untuk bayi dengan berat 4–8 kg dan usia sekitar 1–3 bulan.
M: Digunakan untuk bayi usia 4–6 bulan dengan berat badan sekitar 6–11 kg.
L: Direkomendasikan untuk bayi berusia 7–12 bulan dengan berat badan 9–14 kg.
XL: Ukuran ini digunakan untuk bayi usia 12–15 bulan dengan berat 12–17 kg.
XXL: Cocok untuk bayi berusia 15–25 bulan atau lebih, dengan berat badan 13–25 kg.
2. Pertimbangkan Tahap Perkembangan Gerak Bayi
Selain memperhatikan bentuk tubuh, tahap perkembangan gerak bayi juga penting dalam memilih jenis popok yang tepat. Untuk bayi baru lahir, popok tipe perekat lebih direkomendasikan karena mudah disesuaikan. Sementara itu, untuk bayi yang mulai aktif bergerak, popok tipe celana lebih praktis dan fleksibel.
3. Tips Menentukan Ukuran Popok yang Pas
Untuk memastikan popok yang digunakan benar-benar pas, berikut beberapa panduannya:
Popok tidak mudah melorot, tapi juga tidak terlalu ketat hingga meninggalkan bekas merah di kulit.
Hindari membeli dalam jumlah besar sebelum yakin dengan ukuran dan merek yang cocok.
Coba selipkan dua jari di antara pinggang bayi dan popok. Jika terlalu sempit, berarti ukuran terlalu kecil.
Perhatikan juga fitur tambahan pada popok, seperti jenis khusus untuk bayi baru lahir, bayi yang mulai aktif bergerak, daya serap tinggi untuk malam hari, atau digunakan saat berenang.
4. Kenali Bahan Popok yang Aman untuk Kulit Bayi
Bahan popok juga tak kalah penting dalam menentukan popok yang sesuai. Pilih popok yang lembut di kulit agar tidak memicu iritasi. Selain itu untuk bayi dengan kulit sensitif, gunakan popok hipoalergenik dan tanpa pewangi.
5. Tanda Bayi Membutuhkan Ukuran Popok Lebih Besar
Selain peningkatan berat badan, ada beberapa tanda yang perlu diketahui kapan bayi perlu mengganti ukuran popok:
Popok tidak lagi menutupi seluruh bokong bayi.
Ada ruam popok yang sering muncul karena popok terlalu kecil dan tidak melindungi kulit dari kelembapan.
Bayi sering menarik-narik popok karena merasa tidak nyaman.
Pita perekat tidak sampai ke tengah perut, atau mudah lepas.
Tidak bisa menyelipkan dua jari di pinggang popok dengan nyaman.
Ketika permukaan popok lengket akibat urin atau sering terjadi kebocoran.
Baca Juga: Cara Menyapih Anak Tanpa Drama yang Bisa Dilakukan di Rumah
(SA)
