Cara Mengatasi Anak Kucing Sembelit yang Perlu Diketahui Adopter

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Anak kucing memiliki frekuensi buang air besar (BAB) yang berbeda-beda, tergantung pada usia, perawatan, dan kesehatan saluran pencernaannya. Tapi umumnya, frekuensi BAB kucing sebanyak 1-6 kali sehari.
Dikutip dari Kitten Lady, kalau anak kucing belum BAB selama lebih dari 48 jam, artinya mereka mengalami sembelit. Simak cara mengatasi sembelit anak kucing dalam artikel ini.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Cara Mengatasi Anak Kucing Sembelit
Jika sembelit yang dialami anak kucing masih ringan dan tidak mengganggu aktivitas mereka, Anda dapat melakukan hal yang disarankan dalam laman The Spruce Pets berikut ini:
Tingkatkan asupan cairan harian anak kucing dengan menambahkan air ke makanannya.
Pijat perut anak kucing dengan lembut. Kalau bisa, sambil direndam ke dalam air hangat.
Dorong anak kucing untuk bergerak atau bermain, agar sistem pencernaannya terstimulasi untuk buang air besar.
Jika anak kucing sudah mengonsumsi makanan padat, tambahkan asupan serat pada makanannnya. Simak rekomendasi makanan yang bisa bikin pencernaan kucing lebih baik dalam artikel ini.
Pastikan anak kucing telah diberi obat cacing lengkap.
Jangan memberikan obat pencahar apa pun pada anak kucing tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter hewan.
Jika anak kucing mulai menunjukkan tanda-tanda lesu dan tidak mampu beraktivitas seperti biasa, sebaiknya segera konsultasi ke dokter hewan.
Baca Juga: Penyebab Kotoran Kucing Berwarna Hitam yang Harus Diketahui
Gejala Sembelit pada Anak Kucing
Merangkum dari laman PetMD, tanda-tanda sembelit pada anak kucing meliputi hal-hal berikut ini:
Tidak ada feses yang dikeluarkan anak kucing dalam 24-48 jam.
Anak kucing terlihat mengejan untuk buang air besar, tapi tidak ada feses yang keluar.
Feses anak kucing berbentuk bulatan kecil seperti kerikil, dan teksturnya keras. Kadang disertai feses cair atau darah maupun lendir.
Kucing terlihat gelisah atau merengek saat mencoba buang air besar.
Penurunan nafsu makan.
Perutnya tampak buncit.
Muntah.
Lesu.
Apakah Bayi Kucing Bisa BAB Sendiri?
Dikutip dari laman Kitten Lady, bayi kucing yang baru lahir belum bisa buang air besar sendiri. Mereka butuh stimulasi berupa jilatan dari induknya agar dapat buang air besar.
Kalau anak kucing tumbuh tanpa induk, maka adopter perlu memberikan stimulasi sebelum kucing makan. Stimulasinya berupa pijatan memutar pada bagian anus kucing untuk memberi sinyal agar mereka mengejan.
Stimulasi ini harus dilakukan dengan baik dan benar. Karena kalau anak kucing tidak BAB, fesesnya akan menumpuk di usus besar dan berujung sembelit.
Penyebab Anak Kucing Sembelit
Masalah sembelit pada anak kucing sering kali disebabkan oleh hal-hal berikut:
Pola makan kucing yang tidak tepat.
Parasit seperti cacing gelang yang ada dalam tubuh kucing.
Dehidrasi atau kekurangan cairan.
Kurang aktivitas fisik, atau berat badannya bertambah terlalu banyak.
Konsumsi makanan yang tidak seharusnya, seperti tali, mainan, dan sejenisnya yang akhirnya menyebabkan penyumbatan pada saluran pencernaan kucing.
Megacolon, suatu kondisi yang menyebabkan usus besar melebar, lalu pergerakan makanan dalam usus jadi buruk, sehingga tidak mampu mengeluarkan tinja dengan benar.
Penyakit bawaan, seperti atresia ani (bentuk anus tidak sempurna), sehingga menyebabkan kesulitan buang air besar.
Baca Juga: Masalah Pencernaan pada Kucing yang Perlu Diwaspadai
