Cara Mengatur Backup Otomatis Foto di Google Drive dengan Mudah

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Di era digital saat ini, menyimpan foto hanya di perangkat sering kali berisiko karena bisa hilang akibat kerusakan, kehilangan, atau masalah teknis. Untuk menghindari hal tersebut, salah satu cara paling praktis adalah memanfaatkan fitur backup otomatis ke Google Drive. Fitur ini memungkinkan foto-foto tersimpan di cloud sehingga bisa diakses dari berbagai perangkat. Dengan memahami langkah-langkah dan pengaturannya, pengguna bisa menjaga kenangan tetap aman tanpa khawatir kehabisan ruang penyimpanan di smartphone. Artikel ini akan menguraikan beberapa cara mengatur backup otomatis foto di Google Drive.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
1. Menggunakan Google Photos sebagai Penghubung ke Google Drive
Backup otomatis foto di Google Drive umumnya diatur melalui aplikasi Google Photos. Aplikasi ini secara default terhubung dengan akun Google dan memungkinkan sinkronisasi foto secara otomatis. Setelah aplikasi diinstal, pengguna hanya perlu masuk dengan akun Google yang sama dengan Google Drive.
Menurut Google Support, Google Photos adalah pintu utama yang menghubungkan penyimpanan foto ke Google Drive, meskipun sejak 2019 keduanya dikelola secara terpisah.
2. Mengaktifkan Fitur Backup & Sync
Langkah berikutnya adalah mengaktifkan fitur Backup & Sync pada Google Photos. Fitur ini bisa ditemukan di menu pengaturan aplikasi. Saat diaktifkan, semua foto baru di perangkat akan secara otomatis disalin ke cloud.
Menurut dokumentasi Google Help Center, fitur ini bekerja di latar belakang sehingga pengguna tidak perlu memindahkan foto secara manual. Dengan begitu, setiap momen yang ditangkap kamera langsung tersimpan aman di Google Drive melalui layanan Google Photos.
3. Memilih Kualitas Upload yang Sesuai
Pengaturan kualitas unggahan juga penting untuk dipertimbangkan. Google Photos menyediakan opsi “Storage saver” (hemat penyimpanan) dan “Original quality” (kualitas asli).
Jika memilih hemat penyimpanan, foto akan dikompresi agar ukuran file lebih kecil. Sementara itu, kualitas asli mempertahankan resolusi penuh, tetapi memakan lebih banyak ruang di Google Drive.
TechRadar merekomendasikan pengguna dengan kapasitas penyimpanan terbatas untuk memilih mode hemat penyimpanan, sementara fotografer lebih cocok dengan kualitas asli agar detail foto tetap terjaga.
4. Menentukan Folder yang Akan Dicadangkan
Tidak semua folder foto di perangkat harus masuk backup otomatis. Google Photos menyediakan opsi untuk memilih folder tertentu, seperti kamera, tangkapan layar, atau folder aplikasi lain. Dengan mengatur folder mana yang dicadangkan, pengguna bisa menghemat ruang penyimpanan di Google Drive.
Menurut Android Authority, langkah ini membantu pengguna menjaga efisiensi karena hanya foto penting yang otomatis tersimpan di cloud.
5. Mengatur Sinkronisasi Hanya pada Jaringan WiFi
Agar penggunaan data seluler tidak boros, disarankan untuk mengaktifkan opsi backup hanya melalui WiFi. Pengaturan ini ada di menu jaringan aplikasi Google Photos.
Jika diaktifkan, aplikasi hanya akan mencadangkan foto ketika perangkat terhubung ke WiFi, sehingga tidak menguras kuota internet.
CNET menekankan bahwa hal ini penting terutama bagi pengguna dengan paket data terbatas atau yang sering mengunggah foto berukuran besar.
6. Mengecek Ruang Penyimpanan di Google Drive
Backup otomatis foto tetap bergantung pada kapasitas penyimpanan Google Drive. Setiap akun Google hanya mendapatkan ruang gratis sebesar 15 GB yang dibagi untuk Gmail, Google Drive, dan Google Photos.
Jika ruang hampir penuh, pengguna bisa menghapus file yang tidak diperlukan atau membeli tambahan kapasitas melalui Google One. Menurut PCMag, mengelola ruang penyimpanan secara berkala adalah kunci agar backup otomatis tidak berhenti tiba-tiba karena kapasitas penuh.
7. Akses Foto dari Berbagai Perangkat
Setelah backup otomatis diatur, pengguna bisa mengakses foto melalui aplikasi Google Photos di Android, iOS, maupun browser desktop. Semua foto yang sudah dicadangkan akan tersinkronisasi dengan akun Google, sehingga tetap aman meskipun perangkat hilang atau rusak.
The Verge menegaskan bahwa fitur lintas perangkat ini menjadi salah satu keunggulan Google Photos dibanding layanan penyimpanan lain karena fleksibilitasnya yang tinggi.
Baca juga: 6 Cara Aman Menyimpan Data di Cloud Storage Gratis yang Layak Dicoba
(NDA)
