Konten dari Pengguna

Cara Mengenali Jejak Kerajaan Mataram Islam dan Contoh Peninggalannya

Hendro Ari Gunawan

Hendro Ari Gunawan

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Istana Air Taman Sari adalah situs bekas taman kerajaan Kesultanan Yogyakarta. Foto: saiko3p/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Istana Air Taman Sari adalah situs bekas taman kerajaan Kesultanan Yogyakarta. Foto: saiko3p/Shutterstock

Kerajaan Mataram Islam berdiri pada abad ke-16 M di Jawa Tengah. Awal mula berdirinya kerajaan ini adalah ketika Sutawijaya dan Kyai Ageng Pamanahan membantu Jaka Tingkir menaklukkan Raja Demak, yaitu Aryo Penangsang.

Kemudian Jaka Tingkir menghadiahkan wilayah Mataram yang disebut juga tanah Mentaok (Kotagede; Yogyakarta sekarang) kepada Sutawijaya dan Kyai Ageng Pamanahan. Dari sinilah perkampungan Mataram muncul, dan Kyai Ageng Pamanahan menjadi kepala desa pertama.

Lama-kelamaan, perkampungan itu menjadi Kerajaan Mataram Islam yang terkenal dengan beragam jejak peninggalan. Lantas, bagaimana cara mengenali jejak Kerajaan Mataram Islam?

1. Peninggalan Terletak di Wilayah Kekuasaan Kerajaan Mataram Islam

Jejak Kerajaan Mataram Islam tentunya akan terlihat di wilayah-wilayah yang pernah dikuasainya. Pada masa awal kepemimpinan Senopati, anak Kyai Ageng Pamanahan, wilayah yang dikuasai masih Mataram, Kedu, dan Banyumas.

Kemudian ia memperluas wilayahnya ke arah timur. Sasaran pertamanya adalah Surabaya, karena adipati wilayah tersebut punya banyak bawahan di wilayah lain yang akhirnya masuk dalam kekuasaan Mataram, yakni:

  • Tuban

  • Sedayu

  • Lamongan

  • Gresik

  • Lumajang Kertasana

  • Malang

  • Pasuruan

  • Kediri

  • Blitar

  • Pringgabaya

  • Lasem

  • Madura

  • Sumenep

  • Pekacangan

  • Praguna

Setelah itu, Panembahan Senopati bergerak ke Madiun, kemudian menaklukkan wilayah Pasuruan, Kediri, dan Panaraga. Di sebelah timur, hanya Blambangan, Panarukan, dan Bali yang masih merdeka dari kekuasaan Mataram.

Wilayah Mataram makin luas lagi pada masa pemerintahan Sultan Agung (Raden Mas Rangsang) dari tahun 1613- 1645. Hingga saat Sultan Agung wafat, wilayah kekuasaannya sudah meliputi seluruh Pulau Jawa terkecuali Batavia, Panarukan dan Blambangan.

2. Jejaknya Berkaitan Erat dengan Islam

Peninggalan Kerajaan Mataram Islam banyak yang bercorak agama Islam. Merujuk buku Kitab Terlengkap Sejarah Mataram susunan Soedjipto Abimanyu, berikut beberapa contoh peninggalannya yang memiliki sentuhan agama Islam:

a. Masjid Jami Pakuncen

Masjid Jami Pakuncen berdiri di Tegal Arum, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Masjid ini dibangun oleh Sunan Amangkurat I. Selain jadi tempat ibadah, bangunan ini juga termasuk tempat penting dalam penyebaran agama Islam pada masanya.

Hingga 2009, masjid ini telah tiga kali dipugar. Namun, pemugarannya tidak menghilangkan ciri khas era Kerajaan Mataram Islam.

b. Masjid Makam Kotagede

Sesuai namanya, Masjid Makam Kotagede berada dalam kompleks makam Raja-Raja Mataram Islam di Kotagede. Keberadaannya terus dijaga dan dilestarikan sampai sekarang.

3. Melihat Makam Para Raja Mataram Islam

Jejak Kerajaan Mataram Islam bisa langsung Anda kenali jika berkunjung ke Kompleks makam Raja-Raja Mataram Islam di Kotagede. Dikutip dari laman Dinas Kebudayaan Yogyakarta, pembangunan kompleks ini dilakukan secara bertahap, terhitung sejak 1589 hingga 1606.

Dalam kompleks makam, terdapat tiga cungkup yang merupakan bangunan utama. Fungsinya sebagai pelindung makam-makam tertua. Ketiga cungkup tersebut bernama Bangsal Prabayaksa, Bangsal Witana, dan Bangsal Tajug.

Baca Juga: Kapan Bersatunya Kembali Kerajaan Mataram Kuno? Ini Jawabannya