Konten dari Pengguna

Cara Mengenali Tanda Awal Letusan Gunung Berapi yang Sering Terjadi

Hendro Ari Gunawan

Hendro Ari Gunawan

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi gunung berapi. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi gunung berapi. Foto: Unsplash

Letusan gunung berapi umumnya dapat diprediksi karena biasanya diawali dengan berbagai tanda. Masyarakat yang tinggal di sekitar lereng gunung harus memahami cara mengenali tanda awal letusan gunung berapi agar bisa melakukan evakuasi ke tempat yang lebih aman. Simak uraian lengkap seputar berbagai gejala yang perlu diperhatikan pada artikel berikut.

Daftar isi

1. Terjadinya Gempa Vulkanik

Peningkatan frekuensi dan intensitas gempa kecil merupakan sinyal bahwa letusan gunung berapi akan terjadi. Menurut laman Sciencing, gempa vulkanik frekuensi rendah biasanya terjadi akibat pecahnya batuan rapuh serta retakan di bawah permukaan bumi akibat pergerakan fluida, magma, dan gas di bawah tanah.

2. Meningkatnya Suhu di Sekitar Gunung

Suhu di sekitar lereng gunung akan terasa lebih panas dari biasanya. Hal ini terjadi karena hawa panas dari dalam perut gunung meluas hingga ke wilayah kaki gunung.

3. Mata Air Mengering

Sumber air di sekitar gunung sering kali berkurang atau bahkan mengering sama sekali. Kondisi ini dipicu oleh peningkatan suhu kawah yang menyebabkan perubahan aliran air bawah tanah.

4. Tumbuhan Layu dan Mengering

Tumbuhan yang hidup di sekitar gunung bisa mendadak layu atau kering dapat menjadi tanda awal sebelum letusan terjadi. Hal ini disebabkan oleh suhu tanah yang meningkat dan pergerakan magma yang semakin mendekati permukaan, sehingga tanaman kehilangan kesuburannya.

5. Banyak Binatang Turun dari Gunung

Hewan liar yang biasanya hidup di kawasan hutan gunung, seperti burung, kera, ular, bahkan harimau, akan turun ke pemukiman. Menurut laman Disaster Risk Reduction Knowledge Service, fenomena ini terjadi karena mereka merasakan gas beracun atau suhu tanah yang terlalu panas. Gas-gas ini akan membuat hewan yang sensitif melarikan diri lebih dulu, sedangkan yang rentan bisa mati akibat keracunan gas.

6. Terdengar Suara Gemuruh

Sebelum letusan, masyarakat sekitar sering mendengar suara dentuman atau gemuruh dari arah gunung. Suara ini berasal dari pergerakan magma dan gas yang mengembang sebelum akhirnya keluar melalui kawah.

7. Peningkatan Gas Vulkanik

Saat magma semakin dekat dengan permukaan, gas akan dilepaskan dalam jumlah besar. Gas ini biasanya berbau menyengat, terutama belerang. Bau tidak sedap tersebut menjadi tanda umum gunung api akan meletus.

8. Perubahan Topografi Gunung

Aktivitas magma bawah tanah juga bisa memengaruhi perubahan bentuk atau kontur gunung. Tekanan yang kuat dapat membuat permukaan tanah menggelembung, retak, atau mengalami pergeseran.

9. Es dan Salju Mencair di Gunung Berapi

Beberapa gunung berapi yang tinggi biasanya berada di atas garis salju. Menjelang letusan, aktivitas magmatik dan peningkatan suhu tanah dapat menyebabkan pencairan es maupun salju di puncaknya.

Baca Juga: 5 Tips Mengurangi Risiko Banjir saat Musim Hujan dengan Tepat

(SA)