Konten dari Pengguna

Cara Menghangatkan ASI dari Kulkas yang Tepat Agar Nutrisi Terjaga

Hendro Ari Gunawan

Hendro Ari Gunawan

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi bayi sedang meminum ASI yang telah dihangatkan. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bayi sedang meminum ASI yang telah dihangatkan. Foto: Unsplash

ASI yang disimpan di kulkas atau freezer perlu dihangatkan kembali sebelum diberikan kepada bayi. Proses ini tidak boleh dilakukan sembarangan, karena suhu yang terlalu panas dapat merusak nutrisi penting dan antibodi di dalam ASI. Selain itu, cara yang salah juga bisa memengaruhi rasa dan kualitas ASI. Berikut cara menghangatkan ASI dari kulkas yang tepat dan aman.

Daftar isi

1. Rendam dengan Air Hangat (Water Bath Method)

Merujuk Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), cara ini sangat direkomendasikan karena dapat menjaga nutrisi ASI tetap utuh. Berikut langkah-langkahnya:

  1. Ambil botol atau kantong ASI dari kulkas. Jangan menghangatkan terlalu banyak, cukup sesuaikan dengan kebutuhan bayi.

  2. Siapkan mangkuk atau wadah berisi air hangat, bukan air mendidih. Suhu air idealnya sekitar 40-50°C.

  3. Masukkan botol atau kantong ASI ke dalam air hangat. Goyangkan atau aduk perlahan sesekali untuk memastikan panasnya merata.

  4. Setelah beberapa menit, keluarkan botol. Teteskan sedikit ASI di pergelangan tangan Anda. Jika terasa hangat kuku (tidak panas dan tidak dingin), artinya ASI sudah siap diberikan.

2. Menggunakan Penghangat Botol ASI (Bottle Warmer Method)

Jika kamu sering menghangatkan ASI, menggunakan alat khusus seperti bottle warmer bisa menjadi pilihan yang praktis dan efisien. Dikutip dari La Leche League International, alat ini dirancang untuk menghangatkan ASI secara perlahan dan aman. Berikut panduannya:

  1. Isi bottle warmer dengan air sesuai petunjuk penggunaan.

  2. Letakkan botol atau kantong ASI di dalam alat.

  3. Pilih pengaturan suhu yang sesuai untuk ASI. Kebanyakan alat memiliki pengaturan khusus untuk menghangatkan ASI. Ikuti petunjuk alat dan tunggu hingga proses selesai.

  4. Sama seperti metode air hangat, selalu uji suhu ASI di pergelangan tangan sebelum memberikannya kepada bayi.

3. Manfaatkan Alir Mengalir (Water Running Method)

Menurut CDC, metode air mengalir dapat menjadi alternatif ketika tidak ada wadah untuk menghangatkan ASI. Berikut caranya:

  1. Gunakan air kran yang hangat. Pastikan suhu air tidak terlalu panas (maksimal 40°C). Gunakan termometer atau tes dengan tangan untuk memastikan suhu air.

  2. Alirkan air ke botol. Pegang botol di bawah aliran air hangat sambil diputar perlahan. Lakukan hingga 2-4 menit, bisa lebih lama jika volume ASI banyak atau dalam kondisi beku.

  3. Keringkan botol. Lap botol setelah pemanasan sebelum diberikan kepada bayi.

4. Kesalahan yang Harus Dihindari Saat Menghangatkan ASI

Ada beberapa kesalahan dalam menghangatkan ASI yang dapat merusak kandungan nutrisinya, atau bahkan membahayakan bayi. Merujuk Stanford Medicine, misalnya:

  • Menggunakan microwave. Panas dari microwave tidak merata dan bisa menciptakan hot spot (area yang terlalu panas) di dalam ASI. Selain itu, panas yang tinggi dapat merusak antibodi dan enzim penting di dalam ASI.

  • Menghangatkan berulang kali. ASI yang sudah dihangatkan tidak boleh dipanaskan lagi. Segera buang sisa ASI yang sudah dihangatkan dalam waktu 1-2 jam.

  • Tidak dikocok sebelum diberikan kepada bayi. Lemak dalam ASI cenderung terpisah dan mengendap, sehingga perlu dikocok terlebih dahulu secara perlahan setelah dihangatkan.

  • Lupa tes suhu. ASI yang terlalu panas bisa membahayakan bayi.

  • Mengabaikan masa simpan ASI. ASI yang disimpan di kulkas dapat bertahan hingga 3-5 hari, sedangkan di freezer bisa lebih lama, tergantung jenisnya.

5. Mengapa ASI Perlu Dihangatkan dengan Benar?

Healthline menjelaskan bahwa menghangatkan ASI dengan benar dimaksudkan untuk:

  • Mempertahankan antibodi dan enzim. Pemanasan berlebihan dapat merusak immunoglobulin dan lactoferrin.

  • Mencegah hot spots. Panas yang tidak merata dapat membakar mulut bayi.

  • Menjaga tekstur dan rasa ASI. Pemanasan yang tepat mempertahankan konsistensi alami ASI.

  • Menghilangkan bakteri. Suhu yang terlalu rendah atau tinggi dapat memperbanyak bakteri berbahaya.

  • Kenyamanan bayi. ASI hangat lebih mudah dicerna dan memberikan rasa nyaman seperti saat menyusu langsung.

Baca juga: Bolehkah Bayi Minum Susu Formula dan ASI Bersamaan? Ini Hal yang Harus Dihindari

(NDA)