Cara Paus Bernapas agar Bisa Bertahan Lama di Air

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Paus memiliki teknik pernapasan yang unik. Meskipun hidup di laut, cara paus bernapas adalah dengan menghirup udara, bukan menggunakan insang seperti ikan. Karena itu, paus harus naik ke permukaan secara berkala untuk mendapatkan oksigen. Untuk memahami sistem pernapasan paus, simak penjelasan lengkap di bawah ini mengenai organ dan proses yang terlibat.
1. Stuktur Organ pada Sistem Pernapasan Paus
Sistem pernapasan paus bekerja seperti mamalia darat, tetapi dilengkapi sejumlah adaptasi khusus agar mereka bisa bertahan lama di bawah air. Menurut laman Smithsonian Ocean dan Baleines en Direct, berikut organ utama pernapasan paus.
Lubang sembur (Blowhole): Bagian ini terletak di bagian atas kepala. Paus balin memiliki dua lubang sembur, sedangkan paus bergigi hanya satu.
Kantung laring (Laryngeal sacs): Berfungsi sebagai ruang udara yang dapat mengembang dan menampung udara. Organ ini terhubung dengan laring yang dikelilingi oleh otot. Volumenya dapat bervariasi tergantung pada kontraksi atau relaksasi otot-otot tersebut.
Trakea: Saluran yang tersusun dari tulang rawan dan otot yang kuat. Dari trakea, udara menuju bronkus, bronkiolus, hingga alveoli tempat pertukaran oksigen dan karbon dioksida.
Paru-paru: Ukurannya relatif lebih kecil dibanding mamalia darat. Meskipun demikian, bentuk ini membantu mengurangi tekanan saat menyelam.
2. Proses Pernapasan pada Paus
Berbeda dengan mamalia lain yang bernapas otomatis, paus bernapas secara sadar. Artinya, mereka memiliki kendali aktif atas kapan mereka harus bernapas. Prosesnya berlangsung sebagai berikut:
Ketika paus memutuskan untuk bernapas, ia akan muncul ke permukaan dan membuka lubang semburnya. Bagian ini memiliki segel kedap air agar air tidak masuk ke saluran pernapasan.
Paus mengeluarkan napas yang kuat, sering terlihat sebagai semburan air.
Dalam waktu yang sangat singkat, paus menarik udara segar dalam jumlah besar.
Setelah menghirup udara, blowhole kembali menutup rapat agar paru-paru tetap aman dari air saat menyelam.
Paus dapat melanjutkan aktivitasnya di bawah air hingga persediaan oksigen mulai menipis.
3. Lama Waktu Paus Menahan Napas di Dalam Air
Setiap spesies paus memiliki kemampuan menahan napas yang berbeda-beda. Berdasarkan laman How Stuff Works, paus Humpback biasanya bernapas setiap 5–15 menit, tetapi dalam kondisi tertentu dapat menyelam hingga sekitar 45 menit. Paus Orca (Killer Whale) muncul ke permukaan lebih sering, terutama saat sedang berenang cepat untuk berburu. Sementara Paus Sperma dikenal sebagai penyelam dalam, yang dapat menahan napas selama lebih dari satu jam.
4. Bentuk Adaptasi Unik Paus untuk Bernapas
Menurut laman The Marine Mammal Center, kemampuan paus bertahan lama di bawah air didukung oleh sejumlah adaptasi fisiologis, di antaranya seperti mereka dapat menghirup lebih banyak udara dalam sekali napas dibanding manusia. Selain itu, konsentrasi hemoglobin dan mioglobin di tubuh paus jauh lebih tinggi, sehingga memungkinkan penyimpanan oksigen yang lebih besar dalam darah dan otot.
Paus juga memiliki volume darah yang besar, yang berfungsi memperpanjang cadangan oksigen selama menyelam. Ketika berada di kedalaman, detak jantung mereka dapat melambat untuk menghemat energi. Aliran darah pun diarahkan terutama ke organ vital seperti jantung, otak, dan otot renang sehingga mereka tetap dapat bergerak tanpa kekurangan oksigen.
Baca Juga: Reproduksi Aseksual pada Hewan: Pengertian, Ciri, dan Jenisnya
(SA)
