Konten dari Pengguna

Cara Terbentuknya Angin Fohn dan Dampak yang Ditimbulkannya

Hendro Ari Gunawan

Hendro Ari Gunawan

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi angin fohn. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi angin fohn. Foto: Unsplash

Angin fohn adalah salah satu jenis angin lokal yang biasanya terjadi di daerah pegunungan. Fenomena ini disebabkan oleh penurunan udara lembab setelah melewati gunung tinggi. Udara yang turun dari puncak gunung akhirnya menjadi panas dan kering. Simak pembahasan dalam artikel ini mengenai cara terbentuknya angin fohn, hingga dampaknya bagi kehidupan.

Daftar isi

1. Udara Lembap Naik ke Lereng Gunung

Ketika massa udara yang mengandung uap air bertemu pegunungan, udara tersebut terdorong naik ke lereng gunung atau dataran tinggi. Semakin tinggi posisi udara, tekanan udara semakin rendah, sehingga suhu udara pun menurun.

2. Terjadi Kondensasi dan Pembentukan Awan

Seiring kenaikan ketinggian, suhu udara yang lembap akan turun hingga mencapai titik jenuh. Pada saat ini, uap air mengalami kondensasi dan berubah menjadi titik-titik air, sehingga terbentuk awan di sekitar puncak gunung.

3. Turunnya Hujan di Lereng Gunung

Ketika awan semakin tebal, hujan biasanya turun di satu sisi lereng pegunungan. Mengutip buku Angin Puting Beliung oleh Febby Mutiara Rahayu, hujan ini disebut hujan orografis, yaitu hujan yang terbentuk karena udara lembap terpaksa naik ke atas pegunungan. Sementara itu, sisi lain pegunungan tidak menerima hujan karena terhalang tingginya pegunungan. Daerah yang tidak mengalami hujan disebut daerah bayangan hujan.

4. Udara Turun di Sisi Lain Gunung

Setelah hujan orografis turun, angin akan bergerak melewati puncak gunung, kemudian turun melalui lereng di bagian sisi lainnya tanpa membawa uap air. Saat bergerak turun, suhu udara menjadi lebih hangat kembali dengan cepat. Secara umum, setiap penurunan 100 meter akan meningkatkan suhu udara sekitar 1 derajat Celcius. Hal ini mengakibatkan angin kering dan panas.

5. Muncullah Angin Fohn

Proses inilah yang melahirkan angin fohn. Udara yang semula sejuk dan lembap berubah menjadi angin panas dan kering di sisi pegunungan. Angin fohn sering disebut juga sebagai angin jatuh.

6. Dampak Angin Fohn bagi Kehidupan

Angin fohn dapat menimbulkan kerugian karena sifatnya yang merusak tanaman dan permukiman di lereng gunung yang dilaluinya. Dalam laman World Atlas disebutkan sejumlah dampaknya, meliputi:

  • Menyebabkan pencairan gletser atau lapisan es di wilayah kutub karena suhu hangat dan kelembapan rendah.

  • Berbahaya bagi pendaki gunung karena suhu udara bisa berubah drastis.

  • Dapat merusak tanaman dan mengganggu pertanian.

  • Mengakibatkan kerusakan properti dan infrastruktur.

  • Mempercepat penyebaran kebakaran hutan.

7. Contoh Angin Fohn di Indonesia

Mengutip buku Seri IPS: Geografi dan Sosiologi SMP Kelas VII karya Ferri Firmasnyah, fenomena angin fohn juga terjadi di berbagai daerah di Indonesia dengan sebutan yang berbeda-beda, di antaranya:

  • Angin Gending, terjadi di Pasuruan dan Probolinggo, Jawa Timur

  • Angin Kumbang, terjadi di Cirebon, Jawa Barat, dan Tegal, Jawa Tengah

  • Angin Brubu, terjadi di Makassar, Sulawesi Selatan

  • Angin Bahorok, terjadi di Medan, Sumatera Utara

  • Angin Wambrau terjadi di Biak, Papua

Baca Juga: Cara Terbentuknya Hujan Es di Daerah Tropis, dari Penguapan hingga Presipitasi

(SA)