Cara Terbentuknya Badai Salju dari Awal sampai Akhir

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cara terbentuknya badai salju terjadi melalui serangkaian proses panjang di atmosfer. Fenomena ini ditandai dengan turunnya salju lebat yang disertai angin kencang sehingga dapat mengganggu aktivitas manusia. Untuk bisa terjadi, badai salju memerlukan udara dingin di permukaan, kelembapan yang cukup, serta daya angkat udara. Artikel di bawah ini akan menguraikan tahapan-tahapan yang menyusun badai salju.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
1.Udara Dingin di Bawah Titik Beku
Agar salju bisa jatuh ke tanah, suhu udara harus berada di bawah titik beku, baik di awan tempat terbentuknya salju maupun di permukaan tanah. Menurut laman National Snow and Ice Data Center, salju tercipta ketika suhu udara berada pada atau di bawah 0°C atau 32°F. Jika kondisi ini juga terjadi di permukaan tanah, salju akan mencapai bumi tanpa mencair.
2. Tercipta Kelembapan untuk Membentuk Awan dan Presipitasi
Salju tidak akan terbentuk tanpa adanya kelembapan atau uap air. Air dari permukaan daratan maupun lautan mengalami penguapan. Saat angin menggerakkan udara lembap ini, uap air akan naik ke atmosfer dan menjadi bahan dasar terbentuknya salju.
3. Pertemuan Massa Udara
Badai salju sering terjadi akibat interaksi antara massa udara dingin dan kering dengan massa udara hangat dan lembap. Perbedaan di antara keduanya menimbulkan ketidakstabilan atmosfer, memicu terbentuknya angin kencang serta hujan. Mengutip laman UCAR Center for Science Education, ada dua mekanisme utama yang memicu proses ini.
Angin menarik udara dingin dari kutub menuju khatulistiwa, sementara udara hangat bergerak ke arah sebaliknya. Ketika keduanya bertemu, terbentuklah front atmosfer yang dapat menghasilkan salju.
Udara hangat yang bergerak ke atas lereng gunung juga dapat membentuk membentuk awan, dan memicu badai salju.
4. Penggumpalan Kristal Es
Di dalam awan, uap air membeku menjadi kristal es kecil. Kristal-kristal ini saling bertabrakan dan membentuk butiran salju yang lebih besar. Selama perjalanan ke permukaan, salju akan tetap utuh jika suhu udara tetap berada di bawah titik beku. Namun jika udara di dekat tanah berada di atas titik beku, butiran salju akan mencair dan berubah menjadi hujan atau hujan beku.
5. Angin Kencang sebagai Pemicu Badai
Turunnya salju saja belum cukup untuk disebut badai salju. Faktor penting lainnya adalah angin kencang. Menurut laman National Weather Service, badai salju yang intens ditandai dengan hembusan angin berkecepatan lebih dari 56 km/jam (35 mph), jarak pandang kurang dari 0,4 km (¼ mil), serta berlangsung setidaknya selama tiga jam. Kombinasi angin kencang, suhu dingin, dan salju lebat inilah yang akhirnya membentuk badai salju.
Baca Juga: Tips Menghadapi Suhu Ekstrem Dingin di Pegunungan agar Tetap Terlindungi
(SA)
