Konten dari Pengguna

Tips Menghadapi Suhu Ekstrem Dingin di Pegunungan agar Tetap Terlindungi

Hendro Ari Gunawan

Hendro Ari Gunawan

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi pegunungan. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pegunungan. Foto: Unsplash

Tips menghadapi suhu ekstrem dingin di pegunungan menjadi hal penting yang wajib diketahui para pendaki maupun wisatawan. Cuaca di dataran tinggi sering kali sulit diprediksi, sehingga bisa menimbulkan bahaya jika tidak dipersiapkan dengan baik. Kondisi ini bisa membuat tubuh rentan mengalami hipotermia. Agar tetap terlindungi, berikut beberapa strategi yang disarankan menurut laman National Outdoor Leadership School (NOLS) dan New Zealand Alpine Club.

1. Persiapkan Diri dengan Baik

Sebelum berangkat ke pegunungan, pastikan membawa perlengkapan darurat yang sesuai. Beberapa barang penting yang sebaiknya ada di tas meliputi selimut termal, korek api tahan air, tenda anti panas dan air, camilan berenergi tinggi, pakaian kering, dan kompor portabel untuk menghangatkan minuman dan makanan.

2. Kenakan Pakaian yang Tepat

Pakaian menjadi pertahanan utama tubuh dari dingin. Gunakan teknik layering atau berlapis untuk mengurangi kehilangan panas. Hal yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Sarung tangan berbulu di bagian dalam, dilapisi sarung tangan tahan air.

  • Kaus kaki tebal untuk mengurangi kehilangan panas dari kaki.

  • Masker wajah untuk melindungi pernapasan.

  • Lapisan dasar (base layer) dari bahan wol atau kain sintesis yang dapat menyerap keringat atau kelembapan dari kulit.

  • Lapisan tengah (mid layer) berbahan wol atau fleece yang menjaga kehangatan tubuh.

  • Lapisan luar (outer layer) yang tahan angin dan air.

  • Hindari bahan katun karena mudah menyerap kelembapan dan membuat tubuh cepat terasa lembap serta dingin.

3. Jaga Tubuh Tetap Kering

Pakaian atau kulit yang basah dapat meningkatkan risiko hipotermia. Ganti pakaian yang basah dengan yang kering secepat mungkin. Jika sepatu atau kaus kaki terendam air dingin, segera keringkan dengan aman. Saat berganti pakaian di udara dingin, usahakan tetap bergerak untuk menjaga panas tubuh tetap stabil.

4. Tetap Aktif Saat Suhu Dingin

Untuk menjaga suhu inti tubuh, penting untuk terus bergerak. Lakukan aktivitas ringan seperti berjalan atau peregangan agar aliran darah tetap lancar. Namun, jangan berlebihan. Istirahatlah jika tubuh sudah lelah dan hindari memaksakan diri karena kelelahan justru memperburuk kondisi tubuh.

5. Manfaatkan Sumber Panas

Gunakan sumber panas eksternal untuk menambah kehangatan. Fokuskan sumber panas pada inti tubuh seperti dada dan perut, karena bagian ini paling efektif dalam menyebarkan kehangatan ke seluruh tubuh. Beberapa sumber panas eksternal yang bisa digunakan, antara lain:

  • Hand warmer atau kemasan kimia penghasil panas

  • Botol berisi air panas

  • Api unggun

6. Konsumsi Makanan Berenergi Tinggi

Tubuh membutuhkan asupan energi ekstra untuk menghasilkan panas. Pilih makanan berkalori tinggi yang dapat melepaskan energi secara berkelanjutan, seperti kacang-kacangan, cokelat, energi snack bar, serta makanan kaya lemak dan protein. Asupan ini membantu menjaga suhu inti tubuh tetap stabil, terutama saat berada dalam kondisi dingin ekstrem.

7. Tetap Terhidrasi

Cuaca dingin sering membuat tubuh tidak merasa haus, padahal tubuh tetap membutuhkan cairan. Selain itu, dehidrasi dapat menganggu sirkulasi darah dan distribusi panas, sehingga tubuh lebih rentan terhadap hipotermia. Untuk itu, minumlah cukup air, terutama air hangat yang mampu menjaga hidrasi sekaligus menambah kehangatan dari dalam tubuh.

Baca Juga: Tips Aman Saat Mendaki Gunung di Musim Hujan agar Tetap Selamat

(SA)