Konten dari Pengguna

Tips Aman Saat Mendaki Gunung di Musim Hujan agar Tetap Selamat

Hendro Ari Gunawan

Hendro Ari Gunawan

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi mendaki gunung. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi mendaki gunung. Foto: Unsplash

Mendaki gunung di tengah hujan tentu memiliki tantangan yang lebih besar dibandingkan musim kemarau. Hujan deras, jarak pandang yang terbatas, hingga angin kencang dapat menyulitkan navigasi dan membuat membuat medan semakin berbahaya. Namun, dengan menerapkan tips aman saat mendaki gunung di musim hujan, pendakian tetap bisa dilakukan dengan nyaman. Simak beberapa cara yang perlu diketahui oleh pendaki pada artikel berikut.

Daftar isi

1. Pilih Gunung dengan Jalur yang Relatif Aman

Setiap gunung memiliki karakteristik berbeda. Oleh karena itu, tentukan terlebih dahulu tujuan pendakian dengan jalur yang relatif aman. Pastikan jalur tersebut tidak melewati area rawan banjir, longsor, atau medan curam yang berisiko saat hujan.

2. Perhatikan Informasi Cuaca

Selalu cek prakiraan cuaca sebelum berangkat. Hujan deras tidak hanya membuat tubuh basah dan kedinginan, tapi juga dapat membahayakan keselamatan. Selain itu, rencanakan waktu pendakian dengan baik, serta pastikan logistik mencukupi untuk seluruh peserta.

3. Gunakan Perlengkapan yang Tepat

Perlengkapan yang sesuai akan sangat membantu saat naik gunung di musim hujan. Beberapa hal penting yang perlu dibawa berdasarkan laman Columbia Sportswear Company, antara lain:

  • Pakaian tahan air: jaket waterproof dan tangan angin, celana hujan, kaus kaki, sarung tangan, dan topi.

  • Tongkat trekking: membantu menjaga keseimbangan di jalur licin sekaligus mengecek kondisi tanah atau kedalaman air.

  • Senter atau headlamp: sangat berguna saat cuaca gelap, berkabut, atau ketika perjalanan malam.

  • Handuk kecil dan kain lap: untuk mengeringkan badan maupun membersihkan perlengkapan.

  • Makanan dan air: bawa cukup makanan, camilan, serta air minum untuk menjaga energi.

  • Kotak P3K: isi dengan obat pereda nyeri, obat alergi, perban, sarung tangan medis, termometer, hingga obat pribadi.

4. Pelajari Kondisi Medan

Selalu perhatikan kondisi jalur saat mendaki. Mengutip laman Trekup India, waspadai tanda-tanda hujan seperti awan gelap, angin kencang, atau suara petir. Hati-hati saat menyeberangi sungai, karena arus bisa tiba-tiba meluap setelah hujan deras. Hindari jalur rawan longsor atau lereng curam. Jika cuaca memburuk, sebaiknya berhenti sejenak atau memilih rute alternatif.

5. Siapkan Rencana Tanggap Darurat

Jangan pernah memaksakan diri melalui medan berbahaya seperti tebing licin atau sungai deras. Jika cuaca semakin buruk, lebih baik kembali. Sementara itu dalam kelompok, tetapkan peran dengan jelas seperti siapa yang mencari bantuan, siapa yang memberi pertolongan, dan siapa yang menemani anggota yang terluka. Rencana darurat akan sangat membantu jika terjadi hal yang tidak diinginkan.

6. Pelajari Cara Memberikan Pertolongan Pertama

Dalam laman SportsCover Direct disebutkan penting pula untuk membekali diri dengan pengetahuan dasar pertolongan pertama. Pelajari cara mengenali tanda-tanda hipotermia seperti menggigil, bingung, atau bicara tidak jelas. Waspadai juga gejala penyakit ketinggian (altitude sickness) seperti sakit kepala, mual, dan lemas.

7. Berjalan dengan Hati-hati

Saat jalur yang dilalui licin, sebaiknya kurangi kecepatan. Berjalan terlalu cepat justru lebih mudah terpeleset dan menghabiskan energi. Atur langkah dengan tenang sembari tetap fokus menjaga keseimbangan hingga perjalanan selesai.

Baca Juga: Ciri-Ciri Sungai Meluap Sebelum Banjir yang Perlu Diwaspadai

(SA)