Ciri-Ciri Sungai Meluap Sebelum Banjir yang Perlu Diwaspadai

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Banjir sering kali terjadi akibat sungai yang meluap karena debit air melebihi kapasitas normalnya. Kondisi ini dapat menimbulkan genangan luas yang merendam permukiman dan lingkungan sekitar. Umumnya, fenomena ini dapat dikenali melalui ciri-ciri sungai meluap sebelum banjir. Mengenali tanda-tanda tersebut sangat penting agar masyarakat dapat melakukan langkah antisipasi sejak dini.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
1. Permukaan Air Sungai Naik dengan Cepat
Tanda paling mudah dikenali adalah naiknya permukaan air sungai secara tiba-tiba hingga mendekati atau melewati tepian. Menurut laman NOAA National Severe Storms Laboratory, hal ini bisa dipicu oleh hujan deras yang terjadi terus-menerus, jebolnya bendungan, pencairan salju, maupun sumbatan aliran akibat es maupun material tertentu.
2. Arus Sungai Semakin Deras
Selain volume air yang meningkat, derasnya arus juga menjadi ciri penting. Ketika air bergerak lebih cepat hingga mampu membawa material besar seperti kayu atau sampah, itu menandakan tekanan sungai semakin tinggi dan berpotensi meluap.
3. Warna Air Sungai Berubah Menjadi Keruh
Arus yang kuat biasanya mengangkut lumpur, kerikil, batu, ranting pepohonan, bahkan sampah dalam jumlah besar. Akibatnya, air sungai tampak jauh lebih keruh dari biasanya. Perubahan warna ini menjadi pertanda debit air meningkat dan risiko banjir semakin besar.
4. Bunyi Gemuruh Air Meningkat
Warga yang tinggal di sekitar sungai mungkin akan mendengar suara aliran sungai. Ketika debit naik, suara sungai berubah menjadi lebih keras, menyerupai gemuruh. Bunyi ini bahkan bisa terdengar dari kejauhan, menandakan air bergerak dengan kekuatan besar dan berpotensi meluap.
5. Tanggul atau Dinding Sungai Mengalami Kerusakan
Pada sungai yang memiliki tanggul, tanda-tanda seperti retakan atau kikisan tanah harus diwaspadai. Menurut laman Floodsite, jika tanggul atau bendungan jebol, air dapat meluap dalam jumlah besar secara tiba-tiba. Tanggul yang terkikis air deras biasanya tidak mampu menahan volume besar dalam waktu lama. Kondisi ini sangat berbahaya bagi penduduk yang tinggal di dekatnya karena mampu menghanyutkan mobil, pohon, bahkan rumah, serta mengancam keselamatan warga.
6. Upaya Pencegahan Banjir
Mengutip laman Encyclopedia of Humanities, banjir dapat diminimalisir dengan sejumlah langkah, antara lain sebagai berikut:
Membangun pertahanan air seperti waduk, bendungan, tanggul, dan sistem drainase untuk menahan kenaikan permukaan air laut dan luapan sungai.
Mengembangkan infrastruktur pengendali banjir serta memperbanyak ruang terbuka hijau agar air dapat meresap ke dalam tanah.
Mengelola sampah dengan baik, karena saluran air yang tersumbat sampah sering menjadi penyebab banjir di perkotaan. Memastikan kebersihan sistem drainase berfungsi menjadi kunci.
Melakukan konservasi lahan basah, sungai, dan hutan bakau yang berfungsi sebagai spons alami untuk menahan dan menyerap air berlebih.
Baca Juga: 5 Tips Mengurangi Risiko Banjir saat Musim Hujan dengan Tepat
(SA)
