Cara Terbentuknya Genangan Air Setelah Hujan Deras di Permukaan Tanah

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Setelah hujan turun, sering kali diikuti dengan munculnya genangan air di permukaan tanah. Ukuran genangan ini bisa berbeda-beda, tergantung pada lebar dan kedalaman cekungan di suatu area. Cara terbentuknya genangan air setelah hujan deras terjadi karena banyaknya tetesan air hujan yang tidak sepenuhnya terserap oleh tanah. Untuk memahami prosesnya lebih dalam, berikut penjelasan mengenai proses dan penyebab genangan air hujan.
1. Proses Awal Turunnya Air Hujan
Air hujan terbentuk melalui proses kondensasi di atmosfer. Uap air yang menguap dari perairan atau permukaan tanah naik ke udara. Ketika suhu udara menurun, uap tersebut berubah menjadi butiran air kecil yang membentuk awan. Saat butiran-butiran itu semakin besar dan berat, mereka jatuh kembali ke bumi sebagai presipitasi, baik berupa hujan, hujan es, atau salju.
2. Permukaan Tanah Tidak Lagi Menyerap Air
Menurut laman Portsmouth Water Education, sebagian besar air hujan langsung jatuh ke sungai, danau, laut, atau ke tanah. Sebagian air meresap ke dalam tanah melalui proses yang disebut infiltrasi, lalu tersimpan sebagai air tanah. Namun, tidak semua air mampu meresap. Jika tanah sudah jenuh atau permukaannya tertutup oleh material kedap air, air hujan akan mengalir di permukaan dan berkumpul di tempat yang rendah. Di situlah genangan air mulai terbentuk.
3. Genangan Air Menguap dan Mengulang Siklus
Genangan air hujan umumnya tidak bertahan lama. Setelah hujan berhenti dan matahari kembali bersinar, panas dari sinar matahari akan memanaskan genangan air. Air yang tergenang nantinya dapat menguap kembali ke atmosfer melalui proses evaporasi dan membentuk awan baru, melanjutkan siklus air alami.
4. Penyebab Terbentuknya Genagan Air
Menurut laman American Home Shield, ada beberapa faktor utama yang menyebabkan genangan air di halaman rumah atau di jalan:
Drainase tanah tidak tepat: Permukaan tanah seharusnya memiliki kemiringan tertentu agar air hujan dapat mengalir menuju saluran pembuangan. Jika lanskap tidak memiliki arah aliran yang baik, air akan terkumpul di satu titik dan membentuk genangan.
Permukaan kedap air: Tanah yang tertutup aspal, beton, atau daun kering dapat menghambat air untuk meresap. Hal ini menyebabkan air tertahan di permukaan.
Kepadatan tanah: Tanah yang terlalu padat dan keras memiliki pori-pori yang sempit sehingga tidak bisa menyerap air dengan cepat. Akibatnya, air hujan akan menggenang di atas permukaan.
Jenis tanah: Setiap jenis tanah memiliki kemampuan menyerap air yang berbeda. Tanah berpasir cenderung cepat menyerap air, sedangkan tanah liat lebih mudah membentuk genangan karena daya serapnya rendah.
Muka air tanah tinggi: Ketika muka air tanah berada sangat dekat dengan permukaan, air hujan yang turun tidak dapat meresap lebih dalam. Kondisi ini membuat air lebih mudah menggenang di permukaan tanah.
5. Dampak dari Genangan Air
Meski terlihat sepele, genangan air memiliki dampak yang beragam. Menurut laman Australian Geographic, di satu sisi genangan bisa menjadi sumber air minum bagi burung atau hewan liar. Namun di sisi lain, genangan air yang bertahan lama dapat menjadi tempat berkembang biak bagi nyamuk dan serangga lainnya yang beberapa di antaranya bisa merugikan manusia.
Baca Juga: Cara Kerja Biopori dalam Menyerap Air Hujan dan Manfaatnya bagi Lingkungan
(SA)
