Konten dari Pengguna

Cara Terbentuknya Hujan Meteor yang Bisa Diamati dari Bumi

Hendro Ari Gunawan

Hendro Ari Gunawan

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi hujan meteor. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi hujan meteor. Foto: Unsplash

Hujan meteor merupakan salah satu fenomena alam yang menakjubkan untuk disaksikan di langit malam. Cara terbentuknya hujan meteor terjadi ketika bumi bertemu dengan banyak meteoroid sekaligus dalam lintasannya. Saat hujan meteor berlangsung, puluhan hingga ratusan meteor bisa terlihat setiap jam. Peristiwa ini umumnya bisa diprediksi karena terjadi pada waktu yang teratur setiap tahun. Simak penjelasan seputar fenomena hujan meteor pada uraian di bawah ini.

Daftar isi

1. Terbentuknya Meteor di Angkasa

Menurut laman Universe Today, sebagian besar hujan meteor berasal dari komet. Komet sendiri terdiri atas campuran es, debu, dan bongkahan batu yang melayang di angkasa. Setiap kali komet melintas dekat matahari, panas membuat es dan material lain di dalamnya menguap lalu meninggalkan puing-puing dalam jumlah besar. Puing-puing ini disebut meteoroid, yang akhirnya bertebaran di sepanjang orbit komet.

2. Masuknya Meteor ke Atmosfer Bumi

Ketika orbit bumi berpotongan dengan orbit komet, maka bumi akan melewati jalur puing-puing tersebut secara teratur di waktu yang sama setiap tahun. Karena berukuran kecil, hampir semua meteoroid akan terbakar habis di atmosfer sebelum sempat mencapai permukaan bumi.

3. Gesekan dengan Udara

Dalam laman BBC Sky at Night Magazine disebutkan, saat meteoroid memasuki atmosfer bumi, kecepatannya bisa mencapai 11 hingga 72 kilometer per detik. Gesekan dengan udara pada kecepatan setinggi itu membuat meteoroid terbakar di lapisan atas atmosfer. Inilah yang menghasilkan garis terang di langit yang dikenal sebagai bintang jatuh. Cahaya tersebut bukan berasal langsung dari batuan, melainkan dari udara panas yang bersinar ketika partikel luar angkasa melesat menembus atmosfer.

4. Hujan Meteor Tampak Seperti Kilatan Cahaya

Pada waktu tertentu dalam setahun, intensitas meteor yang masuk bisa meningkat drastis. Saat bumi bertemu dengan banyak meteorid sekaligus, fenomena ini disebut hujan meteor. Laman NASA Space Place menjelaskan bahwa kilatan cahaya ini bisa muncul di berbagai arah langit. Namun, jika diperhatikan lebih seksama, ekor meteor tampak menunjukan ke titik yang tertentu di langit. Saat meteor semakin dekat ke bumi, efek perspektif membuat mereka tampak semakin menjauh.

5. Faktor yang Mempengaruhi Intensitas Hujan Meteor

Intensitas hujan meteor tidak selalu sama. Ada kalanya hanya terlihat beberapa meteor per jam, tetapi ada pula yang jumlahnya bisa mencapai ratusan. Menurut laman American Meteor Society, terdapat beberapa faktor utama yang memengaruhi banyaknya meteor yang tampak di langit, antara lain:

  • Usia aliran yang menentukan seberapa lama debu komet bertahan di jalurnya.

  • Komposisi benda induk yang menjadi asal dari partikel meteor.

  • Kepadatan dan distribusi partikel di sepanjang jalur orbit.

  • Kedekatan bumi dengan inti aliran meteoroid saat melintas di orbitnya.

Baca Juga: Warna Matahari Terbit dan Proses Ilmiah di Balik Pembentukannya

(SA)