Warna Matahari Terbit dan Proses Ilmiah di Balik Pembentukannya

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Matahari terbit selalu menjadi fenomena alam yang dikagumi karena keindahannya. Warna-warna matahari terbit yang muncul di langit saat fajar menimbulkan pemandangan menakjubkan. Namun, di balik keindahan itu, terdapat proses ilmiah yang erat kaitannya dengan hamburan cahaya matahari di atmosfer. Untuk lebih memahami lebih dalam, simak penjelasan mengenai bagaimana warna matahari terbit terbentuk pada artikel di bawah ini.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
1. Warna Matahari Terbit
Warna matahari terbit terbentuk melalui proses hamburan cahaya (Rayleigh scattering). Ketika posisi matahari masih rendah di horizon, cahayanya cenderung memunculkan semburat kemerahan. Fenomena ini serupa dengan matahari terbenam, meskipun suasananya berbeda. Seiring matahari bergerak lebih tinggi di langit, warna kemerahan itu memudar, hingga akhirnya tampak semakin terang menyilaukan pada siang hari.
2. Penyebab Matahari Berwarna Kemerahan Saat Terbit
Warna di langit biasanya mulai terlihat sekitar 30–45 menit sebelum matahari muncul di atas horizon. Menurut laman Mount Washington Observatory, pada waktu tersebut cahaya harus menempuh jalur yang lebih panjang dari matahari ke bumi. Akibatnya, cahaya biru yang memiliki panjang gelombang lebih pendek lebih banyak tersebar. Sisa cahaya yang mencapai mata adalah merah atau jingga, sehingga sinar matahari tampak kemerahan saat terbit.
3. Penyebab Munculnya Beragam Warna Matahari
Cahaya matahari sebenarnya terdiri dari berbagai panjang gelombang. Saat melewati atmosfer bumi, cahaya berinteraksi dengan partikel debu, tetesan air, maupun kristal es, lalu terhamburkan ke berbagai arah. Proses inilah yang membuat kita melihat warna berbeda di langit pada waktu yang berbeda. Mengutip laman Space, berikut beberapa penyebab munculnya beragam warna matahari.
Warna biru: Cahaya biru memiliki panjang gelombang pendek sehingga lebih mudah dihamburkan oleh molekul gas. Saat matahari tinggi di langit, hamburan ini membuat langit tampak biru.
Warna ungu: Sebenarnya juga dihamburkan, tetapi tidak terlihat jelas karena jumlah foton biru lebih banyak. Selain itu, mata manusia lebih sensitif terhadap biru dibanding ungu.
Warna kuning, jingga, dan merah: Ketika matahari berada rendah (saat terbit atau terbenam), cahaya harus melewati atmosfer lebih tebal. Hamburan cahaya biru semakin banyak, sehingga yang tersisa adalah kuning, jingga, atau merah.
4. Faktor yang Memengaruhi Warna Matahari
Menurut laman Weather Forecast Switzerland, ada beberapa faktor yang menentukan intensitas warna matahari:
Kelembapan udara: Jumlah molekul air di atmosfer berpengaruh pada warna matahari di langit.
Kondisi atmosfer: Udara bersih menghasilkan warna lebih cerah. Sebaliknya, partikel air, debu, asap, atau abu vulkanik membuat warna lebih kusam.
Cuaca: Perubahan cuaca turut memengaruhi kelembapan dan kondisi atmosfer sehingga memengaruhi warna matahari.
Baca Juga: 6 Cara Membedakan Pasang Naik Harian dengan Pasang Purnama
(SA)
