Cara Terbentuknya Ombak Besar Akibat Gempa Bawah Laut

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ombak besar yang terjadi akibat gempa bawah laut dikenal dengan istilah tsunami. Fenomena ini sering menjadi ancaman serius bagi wilayah pesisir karena dapat menimbulkan kerusakan besar dan korban jiwa. Namun, bagaimana cara terbentuknya ombak besar akibat gempa bawah laut? Artikel ini akan menguraikan informasi lengkapnya agar masyarakat dapat lebih siap menghadapi risiko yang ditimbulkannya.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
1. Pergerakan Lempeng Tektonik di Dasar Laut
Proses awal terbentuknya tsunami biasanya dimulai dari aktivitas tektonik di dasar laut. Ketika dua lempeng bumi bertabrakan atau saling bergeser, energi yang sangat besar dilepaskan.
United States Geological Survey (USGS) menjelaskan bahwa gempa yang terjadi di bawah laut sering kali menyebabkan perubahan mendadak pada dasar laut, baik berupa patahan maupun pergeseran lempeng.
2. Perubahan Permukaan Laut yang Mendadak
Perubahan posisi dasar laut akibat gempa menyebabkan air di atasnya ikut terdorong. Pergeseran vertikal ini memicu naik atau turunnya permukaan laut secara mendadak.
National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) menyebutkan bahwa perubahan kecil pada dasar laut bisa memindahkan volume air yang sangat besar, sehingga memicu terbentuknya gelombang awal tsunami.
3. Penyebaran Energi ke Segala Arah
Setelah air laut terdorong, energi dari gempa menyebar dalam bentuk gelombang ke segala arah. Ombak ini bisa bergerak dengan kecepatan tinggi, bahkan mencapai lebih dari 800 km/jam di laut dalam.
Menurut British Geological Survey, gelombang tsunami di laut dalam biasanya tidak terlihat tinggi, tetapi ketika mendekati daratan akan meningkat drastis.
4. Fenomena Shoaling Saat Mendekati Pantai
Saat gelombang tsunami bergerak dari laut dalam ke perairan dangkal, kecepatannya menurun, tetapi ketinggiannya meningkat. Proses ini disebut shoaling.
Scientific American menjelaskan bahwa energi gelombang yang sama dipadatkan ke dalam kolom air yang lebih dangkal, sehingga menyebabkan tinggi gelombang bisa mencapai puluhan meter.
5. Gelombang Besar yang Menyapu Daratan
Ketika mencapai daratan, gelombang besar ini menghantam dengan kekuatan yang luar biasa. Tidak hanya membawa air, tetapi juga puing-puing, lumpur, bahkan kendaraan yang terseret arus.
World Meteorological Organization mencatat bahwa gelombang tsunami dapat masuk hingga beberapa kilometer ke daratan, merusak infrastruktur, dan menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar.
6. Faktor Lain yang Memperkuat Tsunami
Selain gempa bawah laut, faktor lain seperti kedalaman pusat gempa, kondisi geografis dasar laut, dan bentuk garis pantai juga memengaruhi kekuatan tsunami.
Encyclopedia Britannica menekankan bahwa teluk sempit atau pantai berbentuk corong dapat memperkuat tinggi gelombang, membuat dampaknya lebih besar di wilayah tertentu.
Baca juga: 7 Tips Aman Saat Terjadi Gempa di Dalam Gedung Bertingkat
(NDA)
