Konten dari Pengguna

Cara Terbentuknya Pelangi Ganda Menurut Penjelasan Ilmiah

Hendro Ari Gunawan

Hendro Ari Gunawan

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi pelangi ganda. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pelangi ganda. Foto: Unsplash

Pelangi merupakan salah satu fenomena alam yang selalu memikat perhatian karena keindahan warnanya. Namun, tidak jarang kita bisa melihat pelangi ganda atau double rainbow yang tampak lebih menakjubkan. Banyak orang bertanya-tanya bagaimana fenomena ini bisa terjadi, mengingat pelangi tunggal saja sudah begitu istimewa. Artikel ini akan membahas secara rinci cara terbentuknya pelangi ganda dari sudut pandang ilmiah agar lebih mudah dipahami.

Daftar isi

1. Pembiasan Cahaya dalam Tetesan Air

Untuk memahami pelangi ganda, kita perlu mengetahui dasar terbentuknya pelangi tunggal. Pelangi muncul akibat pembiasan, pemantulan, dan dispersi cahaya matahari di dalam tetesan air hujan.

Saat cahaya matahari masuk ke tetesan air, cahaya akan dibiaskan, kemudian dipantulkan di dalam, dan akhirnya keluar dalam bentuk spektrum warna. Menurut penjelasan National Geographic, prinsip dasar inilah yang menjadi awal terbentuknya pelangi ganda.

2. Peran Pantulan Ganda dalam Tetesan Air

Pelangi ganda terjadi karena adanya pantulan cahaya lebih dari sekali di dalam tetesan air hujan. Jika pada pelangi utama cahaya hanya dipantulkan sekali, maka pada pelangi kedua cahaya dipantulkan dua kali. Pantulan ganda inilah yang membuat pelangi sekunder tampak lebih redup dibanding pelangi utama.

Menurut American Meteorological Society, pantulan cahaya ganda menyebabkan arah keluarnya cahaya berbeda sehingga membentuk lengkungan pelangi kedua di luar pelangi utama.

3. Urutan Warna yang Terbalik

Salah satu ciri khas pelangi ganda adalah urutan warnanya. Pada pelangi utama, urutan warna dari luar ke dalam adalah merah ke ungu. Sementara itu, pada pelangi sekunder urutan warnanya terbalik, yakni ungu di bagian luar dan merah di bagian dalam.

Royal Meteorological Society menjelaskan bahwa fenomena ini terjadi akibat sudut cahaya yang berbeda ketika dipantulkan dua kali dalam tetesan air. Pembalikan warna ini juga menjadi tanda utama yang membedakan pelangi ganda dari pelangi biasa.

4. Sifat Lain dari Pelangi Ganda

Selain urutan warna yang terbalik, pelangi ganda juga memiliki beberapa karakteristik lain yang membedakannya dengan pelangi tunggal. Berikut beberapa perbedaannya yang dikutip dari Science by Zeba Academy:

  1. Lebih Redup: Pelangi ganda selalu terlihat lebih redup dan kurang cerah dibandingkan pelangi utama. Hal ini karena setiap pantulan cahaya di dalam tetesan air akan mengurangi intensitas cahaya yang keluar. Setelah dua kali pantulan, sebagian besar energi cahaya telah hilang.

  2. Posisinya: Pelangi ganda selalu berada di atas pelangi utama, dan jarak di antara keduanya akan tampak lebih lebar.

  3. Langit Lebih Gelap di Antara Keduanya: Area langit di antara pelangi utama dan pelangi ganda dikenal sebagai "Pita Alexander" (Alexander's Dark Band). Area ini terlihat lebih gelap karena sudut pantulan cahaya yang tidak memungkinkan cahaya mencapai mata pengamat di area tersebut, sehingga memberikan kontras yang jelas.

5. Kondisi Lingkungan yang Mendukung

Fenomena pelangi ganda hanya bisa terlihat dalam kondisi tertentu, seperti usai hujan turun dengan intensitas sedang hingga ringan, kemudian muncul cahaya matahari yang cukup terang.

Menurut NASA Earth Science, sudut pengamatan juga memengaruhi, biasanya sekitar 40–42 derajat untuk pelangi utama dan 50–53 derajat untuk pelangi sekunder.

Baca juga: Fungsi Vakuola pada sel Hewan dalam Menunjang Kehidupan

(NDA)