Cara Terbentuknya Pelangi Minyak di Permukaan Air yang Perlu Diketahui

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ketika sedikit minyak tumpah ke permukaan air, sering kali muncul warna-warni indah menyerupai pelangi. Fenomena ini disebut interferensi cahaya, yaitu peristiwa ketika gelombang cahaya saling bertumpuk dan menghasilkan spektrum warna. Cara terbentuknya pelangi minyak di permukaan air dapat dijelaskan melalui beberapa tahapan secara ilmiah. Simak penjabaran tentang proses terbentuknya pelangi minyak berdasarkan laman Petroleum Service Company dan Wheels Doctor.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
1. Lapisan Minyak yang Sangat Tipis
Ketika minyak dituangkan ke permukaan air, keduanya tidak bercampur karena minyak memiliki massa jenis lebih rendah dibanding air. Akibatnya, minyak mengapung dan membentuk lapisan tipis di atas permukaan air. Cahaya yang mengenai lapisan minyak dengan ketebalan berbeda akan dipantulkan dengan cara berbeda pula, sehingga menimbulkan efek pelangi yang dilihat.
2. Terkena Cahaya dari Matahari
Cahaya terpantul ketika sinar cahaya memantul dari suatu permukaan dan dibiaskan ketika sinar cahaya melewati permukaan dan berubah arah. Ketika cahaya mengenai lapisan minyak, sebagian cahaya dipantulkan di permukaan minyak, sementara sebagian lagi menembus lapisan minyak dan kemudian muncul kembali ke udara. Ketika kedua gelombang ini bertumbang tindih, mereka saling berinterferensi.
3. Terjadinya Interferensi Cahaya
Interferensi cahaya terjadi ketika gelombang cahaya dipantulkan dari berbagai permukaan lapisan tipis. Interferensi ini dapat memperkuat warna tertentu dan dapat pula melemahkan warna lainnya sehingga menghasilkan warna-warna cerah yang terlihat pada lapisan minyak.
Air bertindak sebagai permukaan reflektif yang memperbesar interaksi antara gelombang cahaya dan lapisan minyak. Kombinasi air dan minyak inilah yang menciptakan efek pelangi yang cerah, karena air meningkatkan sifat reflektif lapisan minyak, sehingga warnanya lebih terlihat.
4. Pengaruh Sudut Pandang dan Intensitas Cahaya
Sudut datang cahaya dan posisi pengamat sangat memengaruhi warna yang terlihat. Pada siang hari, ketika cahaya matahari datang dari berbagai arah, interferensi cahaya pun bervariasi di tiap titik. Dari sudut tertentu, warna tertentu bisa tampak lebih dominan, sementara dari sudut lain bisa berganti menjadi warna lain. Karena itu, pelangi minyak tampak bergerak ketika kita berpindah posisi atau ketika cahaya berubah intensitasnya.
5. Dampak Minyak Pelangi di Lingkungan
Fenomena pelangi minyak tidak hanya terjadi di baskom atau jalanan setelah hujan, tetapi juga bisa ditemukan di laut lepas akibat tumpahan minyak. Meskipun tampak indah, bercak pelangi ini bisa menjadi tanda bahaya. Di jalan, tumpahan minyak mengurangi daya cengkeram ban dan meningkatkan risiko selip. Sementara di laut, lapisan minyak dapat mengganggu ekosistem laut. Karena itu, keberadaan pelangi minyak di lingkungan juga berfungsi sebagai pengingat untuk berhati-hati di jalan.
Baca Juga: Tips Membuat Indikator pH Alami dari Kol Ungu di Rumah
(SA)
