Konten dari Pengguna

Ciri-Ciri Akun Media Sosial Diretas dan Cara Mencegahnya

Hendro Ari Gunawan

Hendro Ari Gunawan

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi media sosial. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi media sosial. Foto: Unsplash

Media sosial sudah menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari, baik untuk bersosialisasi, bekerja, maupun mengelola bisnis. Namun, di balik manfaatnya, ada ancaman serius berupa peretasan akun. Banyak pengguna yang tidak sadar bahwa akun mereka sudah diakses oleh pihak yang tidak bertanggung jawab sampai terjadi kerugian nyata. Artikel ini akan menguraikan beberapa ciri-ciri akun media sosial diretas dan cara mengatasinya yang bisa kamu pelajari.

Daftar isi

1. Perubahan Aktivitas Login yang Tidak Biasa

Salah satu tanda utama akun media sosial diretas adalah adanya aktivitas login dari lokasi atau perangkat asing. Misalnya, pengguna menerima notifikasi bahwa akun mereka masuk dari negara yang tidak pernah dikunjungi.

Menurut Cybersecurity & Infrastructure Security Agency (CISA), deteksi login yang tidak wajar adalah indikasi kuat bahwa kata sandi sudah bocor atau digunakan pihak lain. Jika hal ini terjadi, segera periksa riwayat login akun media sosial dan lakukan langkah pengamanan.

2. Pesan atau Postingan yang Tidak Pernah Dibuat Pengguna

Banyak kasus peretasan akun media sosial ditandai dengan munculnya pesan atau posting-an aneh yang tidak pernah dibuat pemilik akun. Konten ini bisa berupa iklan, link berbahaya, atau pesan yang mencoba menipu orang lain.

Norton Security menjelaskan bahwa peretas sering menggunakan akun yang diretas untuk menyebarkan malware atau phishing kepada daftar teman korban. Jika menemukan postingan mencurigakan di akun sendiri, itu pertanda bahwa pihak lain sudah mengendalikan akun.

3. Perubahan pada Informasi Profil atau Email Akun

Ciri lain dari akun media sosial yang diretas adalah adanya perubahan pada detail profil, termasuk nama, foto, atau bahkan alamat email yang terhubung. Hal ini berbahaya karena bisa memutus akses pemilik asli terhadap akunnya.

Kaspersky menekankan bahwa peretas biasanya segera mengubah email pemulihan atau nomor telepon agar pemilik akun tidak bisa melakukan reset kata sandi. Jika menemukan perubahan seperti ini, segera lakukan pemulihan menggunakan opsi keamanan tambahan.

4. Teman atau Kontak Mengeluhkan Pesan Mencurigakan

Ketika akun diretas, teman atau kontak biasanya akan menerima pesan mencurigakan yang meminta uang, link palsu, atau informasi pribadi. Trend Micro mencatat bahwa pola komunikasi ini merupakan strategi klasik serangan sosial untuk menipu orang lain dengan memanfaatkan identitas korban. Jika ada teman yang melaporkan hal semacam ini, segera curigai adanya peretasan.

5. Tidak Bisa Login dengan Kata Sandi Biasa

Jika tiba-tiba kata sandi tidak berfungsi padahal tidak pernah diubah, ada kemungkinan akun sudah diretas. Microsoft Security menyebutkan bahwa peretas sering langsung mengganti kata sandi setelah berhasil masuk agar korban tidak bisa mengakses kembali akun mereka.

Dalam situasi ini, langkah cepat adalah menggunakan opsi “Lupa Kata Sandi” dengan email atau nomor telepon cadangan untuk mengambil alih akun kembali.

6. Cara Mencegah Akun Media Sosial yang Diretas

Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan apabila akun media sosialmu diretas:

1. Mengaktifkan Otentikasi Dua Faktor

Langkah paling efektif untuk mengatasi peretasan adalah mengaktifkan otentikasi dua faktor (2FA). Dengan 2FA, login memerlukan verifikasi tambahan seperti kode SMS atau aplikasi autentikator. Menurut Google Security Blog, otentikasi dua faktor bisa mencegah 99% upaya peretasan akun meskipun kata sandi sudah bocor.

2. Gunakan Password Manager

Selain 2FA, penggunaan password manager juga dianjurkan untuk mencegah akun diretas kembali. Password manager membantu membuat dan menyimpan kata sandi yang kuat dan unik di setiap akun. LastPass menjelaskan bahwa penggunaan kata sandi berbeda pada tiap akun akan sangat menekan risiko peretasan massal akibat kebocoran data.

6. Mengatasi Akun Media Sosial yang Diretas

Jika akun sudah diretas, segera hubungi pusat bantuan resmi dari platform media sosial yang digunakan. Facebook, Instagram, dan Twitter menyediakan formulir khusus untuk melaporkan akun yang diretas. Meta Help Center misalnya, menyarankan pengguna untuk segera melaporkan akun yang menunjukkan aktivitas mencurigakan agar bisa dipulihkan secepat mungkin.

Selain itu, buat pengumuman di akun media sosial lain untuk memberi tahu followers agar tidak tertipu dengan oknum yang berpura-pura sebagai kamu.

Baca juga: 6 Ciri-Ciri Iklan Scam di Media Sosial yang Harus Dihindari

(NDA)