Ciri-Ciri Angin Puting Beliung Dibanding Angin Kencang Biasa

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Fenomena cuaca ekstrem seperti angin puting beliung (tornado) dan angin kencang biasa sering membingungkan masyarakat karena keduanya sama-sama menimbulkan hembusan angin yang kuat. Padahal, angin puting beliung memiliki karakteristik unik yang membedakannya dari angin kencang biasa, mulai dari pola pergerakan, kecepatan angin, hingga dampak kerusakan yang ditimbulkan. Simak ciri-ciri angin puting beliung dibanding angin kencang biasa selengkapnya di bawah ini.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
1. Pola Pergerakan dan Bentuk Visual
Perbedaan paling mencolok antara angin puting beliung dan angin kencang biasa terletak pada pola pergerakan dan bentuk visualnya. Berikut beberapa perbedaannya yang dikutip dari National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA).
Angin puting beliung:
Membentuk kolom udara yang berputar dari awan ke permukaan tanah.
Berputar berlawanan arah jarum jam di belahan bumi utara dan searah jarum jam di belahan bumi selatan.
Terlihat seperti corong atau tabung yang menghubungkan awan dengan tanah.
Memiliki "mata" atau pusat yang relatif tenang di tengahnya.
Pergerakan horizontal yang relatif lambat namun rotasi yang sangat cepat.
Angin kencang biasa:
Bergerak dalam pola lurus (straight-line winds).
Tidak membentuk kolom berputar.
Hembusan datang dari satu arah tertentu.
Tidak memiliki struktur rotasi yang terorganisir.
2. Intensitas Kecepatan Angin
Intensitas kecepatan angin menjadi pembeda utama lainnya. Berdasarkan data dari Enhanced Fujita Scale, berikut klasifikasi kecepatan angin puting beliung dan angin kencang biasa.
Angin puting beliung:
EF0: 65-85 mph (angin ringan).
EF1: 86-110 mph (angin sedang).
EF2: 111-135 mph (angin kuat).
EF3: 136-165 mph (angin sangat kuat).
EF4: 166-200 mph (angin dahsyat).
EF5: lebih dari 200 mph (angin luar biasa dahsyat).
Angin kencang biasa:
Berkecepatan 39-74 mph untuk angin kuat.
75-95 mph untuk angin sangat kuat.
Jarang mencapai kecepatan ekstrem seperti tornado.
3. Suara yang Khas
Karakteristik suara pun menjadi penanda penting untuk membedakan kedua fenomena ini. Berdasarkan dokumentasi NOAA, berikut perbedaan suara yang dihasilkan angin puting beliung dan angin kencang biasa:
Angin puting beliung:
Gemuruh yang sangat keras dan berkelanjutan.
Suara seperti kereta api atau jet yang melintas.
Intensitas suara meningkat seiring mendekatnya tornado.
Suara angin berputar yang berbeda dari angin biasa.
Dapat terdengar dari jarak beberapa kilometer.
Angin kencang biasa:
Bunyi angin yang normal meski kencang.
Tidak ada suara gemuruh berkelanjutan.
Suara bervariasi tergantung hambatan yang dilalui.
Tidak menghasilkan suara rotasi yang khas.
4. Kondisi Cuaca dan Lingkungan Pembentuk
Kondisi meteorologis yang mendahului pembentukan tornado memiliki karakteristik khusus yang berbeda dengan angin kencang biasa. Menurut penelitian dari NOAA National Severe Storms Laboratory, berikut perbedaan antara keduanya.
Angin puting beliung:
Terjadi pada badai supercell dengan rotasi mesosiklon.
Dipicu oleh perbedaan suhu dan kelembaban yang ekstrem.
Adanya wind shear (perubahan kecepatan dan arah angin) yang signifikan.
Kondisi atmosfer yang sangat tidak stabil.
Terbentuk pada zona konvergensi yang kuat.
Angin kencang biasa:
Disebabkan oleh perbedaan tekanan atmosfer yang normal.
Terjadi pada front cuaca biasa (seperti front dingin atau front hangat).
Dipicu oleh konveksi termal yang standar.
Tidak memerlukan adanya rotasi mesosiklon.
5. Waktu dan Durasi Kejadian
Aspek temporal menjadi pembeda penting lainnya dalam karakteristik kedua fenomena ini. NOAA National Severe Storms Laboratory memberitahukan perbedaan antara angin puting beliung dan angin kencang biasa berdasarkan hal ini, di antarnya sebagai berikut.
Angin puting beliung:
Durasi relatif singkat (beberapa menit hingga jam).
Dapat terjadi kapan saja namun peak season di musim semi-awal musim panas.
Jalur pergerakan dapat diprediksi meski tidak presisi.
Siklus hidup yang dapat diamati dan diukur.
Angin kencang biasa:
Dapat berlangsung lebih lama (beberapa jam hingga hari).
Terkait dengan sistem cuaca yang lebih besar.
Pola seasonal yang lebih predictable.
Onset dan offset yang lebih gradual.
Baca juga: Ciri-Ciri Kingdom Monera: Struktur, Reproduksi, dan Habitat
(NDA)
