Ciri-Ciri Kingdom Monera: Struktur, Reproduksi, dan Habitat

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kingdom monera adalah kelompok makhluk hidup bersel tunggal yang bersifat prokariotik, yaitu tidak memiliki inti sel sejati maupun organel yang terikat membran. Ciri-ciri kingdom monera dapat dikenali dari berbagai karakteristik khusus yang membedakannya dengan kelompok organisme lain. Simak penjelasan lengkap mengenai karakteristiknya pada uraian berikut ini.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
1. Tidak Memiliki Membran Inti
Mengutip buku berjudul Ilmu Kealaman Dasar karya Sahlan dkk., sel monera bersifat prokariotik sehingga tidak memiliki membran inti. Namun, mereka tetap mempunyai bahan inti berupa DNA (Deoxyribonucleic Acid) yang terdapat di dalam nukleoid. Bagian ini berfungsi untuk mengatur seluruh aktivitas sel.
2. Ukuran Sangat Kecil
Organisme monera berukuran mikroskopis, sehingga hanya dapat diamati dengan mikroskop. Bentuknya bisa bermacam-macam seperti bulat (kokus), batang (basil), atau spiral (berkelok-kelok).
3. Tidak Memiliki Organel Seluler
Monera tidak mempunyai organel seluler seperti lisosom, plastida, sentriol, badan golgi, maupun mitokondria. Semua proses metabolisme berlangsung di dalam sitoplasma dengan bantuan ribosom yang ukurannya sederhana.
4. Tingkat Reproduksi Cepat
Monera dapat berkembang biak dengan cara membelah diri dengan cepat. Dalam kondisi ideal, beberapa bakteri bahkan mampu membelah setiap 15–20 menit. Namun, hal ini juga dipengaruhi oleh faktor suhu, kelembapan, sinar matahari, dan zat kimia. Selain itu, monera juga bisa melakukan pemindahan materi genetik melalui konjugasi, transformasi, atau transduksi.
5. Menunjukan Berbagai Strategi Makan
Anggota kingdom monera menunjukkan beragam cara memperoleh makanan, antara lain:
Autotrofik: membuat makanannya sendiri dengan bantuan cahaya matahari (fotosintesis) atau reaksi kimia (kemosintesis).
Parasitik: memperoleh nutrisi dari inang yang ditumpanginya, seperti tumbuhan, hewan, atau manusia.
Heterotrofik: tidak mampu membuat makanan sendiri dan bergantung pada organisme lain.
Saprofitik: memperoleh makanan dari sisa-sisa organisme yang telah mati.
6. Tersebar Luas di Berbagai Lingkungan
Monera dapat ditemukan hampir di semua habitat, mulai dari tanah, air, udara, hingga tubuh makhluk hidup lain. Bahkan, banyak di antaranya yang mampu bertahan di lingkungan ekstrem, berkat dinding sel yang unik. Contohnya seperti:
Halofil: hidup di tempat dengan kadar garam tinggi.
Termoasidofil: bertahan di sumber air panas dan asam.
Metanogen: banyak ditemukan di derah rawa.
7. Klasifikasi Kingdom Monera
Dalam laman Geeks for Geeks, kingdom monera terdiri atas beberapa kelompok utama berdasarkan karakteristiknya, yaitu:
Eubacteria: Sering disebut sebagai bakteri sejati. Eubacteria hidup hampir di semua tempat dan memiliki peran penting, baik yang menguntungkan maupun merugikan.
Archaebacteria: organisme prokariotik tertua yang umumnya hidup di lingkungan ekstrem, seperti sumber air panas atau laut dalam. Mereka memiliki susunan genetik serta jalur metabolisme yang uni
Cyanobacteria: Dikenal juga sebagai alga hijau-biru. Mereka memiliki klorofil, yang mampu menghasilkan oksigen melalui fotosintesis. Bakteri ini digunakan dalam industri farmasi dan pembuatan beberapa antibiotik.
Baca Juga: Fungsi Sitoplasma dalam Sel Hewan dan Tumbuhan
(SA)
