Konten dari Pengguna

Fungsi Sitoplasma dalam Sel Hewan dan Tumbuhan

Hendro Ari Gunawan

Hendro Ari Gunawan

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi fungsi sitoplasma. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi fungsi sitoplasma. Foto: Unsplash

Sitoplasma merupakan bagian penting dari sel yang dapat ditemukan baik pada sel tumbuhan maupun sel hewan. Bagian ini memiliki peran vital dalam menunjang kehidupan sel karena menjadi tempat berlangsungnya berbagai aktivitas seluler. Untuk memahami lebih jauh, berikut penjelasan lengkap mengenai fungsi sitoplasma berdasarkan laman MedicineNet dan ThoughtCo.

Daftar isi

1. Penyimpanan Bahan Kimia Penting

Sitoplasma berbentuk cairan koloid homogen yang jernih. Di dalamnya tersimpan berbagai bahan kimia penting bagi metabolisme sel, seperti enzim, ion, gula, lemak, protein, DNA, RNA, serta molekul organik lain yang diperlukan dalam berbagai proses seluler.

2. Tempat Terjadinya Proses Metabolisme Sel

Sebagian besar aktivitas seluler terjadi di sitoplasma. Proses yang berlangsung meliputi sintesis protein, metabolisme energi, respirasi seluler, hingga fotosintesis pada tumbuhan. Enzim-enzim yang terdapat di sitoplasma bekerja sama dalam reaksi metabolisme untuk menjaga keseimbangan energi serta ketersediaan bahan kimia di dalam sel.

3. Tempat Terjadinya Reaksi Biokimia

Sitoplasma juga berfungsi sebagai lokasi berlangsungnya berbagai reaksi biokimia, mulai dari pembongkaran hingga penyusunan zat. Reaksi yang terjadi di dalamnya mencakup glikolisis, siklus asam sitrat, serta transkripsi RNA. Semua reaksi tersebut berperan penting dalam menghasilkan energi dan menjaga keberlangsungan hidup sel.

4. Membantu Transportasi Molekul

Fungsi lain dari sitoplasma adalah membantu pergerakan molekul dan organel di dalam sel. Hal ini bisa ditemui pada sel tumbuhan, amuba, protozoa, maupun fungi. Pergerakan atau aliran sitoplasma dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk keberadaan zat kimia tertentu, hormon, atau perubahan cahaya atau suhu. Misalnya, pada sel tumbuhan, aliran sitoplasma membantu menempatkan kloroplas di dekat membran plasma sehingga fotosintesis bisa berlangsung lebih optimal.

5. Menahan dan Melindungi Organel Sel

Sitoplasma berperan sebagai bantalan pelindung bagi organel maupun materi genetik agar tidak rusak akibat gesekan atau benturan. Bagian ini berbentuk seperti gel (sitosol) yang mengandung beragam organel, antara lain:

  • Mitokondria, berfungsi untuk menyediakan energi.

  • Ribosom, berfungsi sebagai tempat sintesis protein.

  • Nukleus, berfungsi sebagai tempat penyimpanan informasi genetik.

  • Retikulum endoplasma, berupa membran berbentuk labirin untuk tempat biosintesis protein dan beberapa libid.

  • Aaparatus golgi, berperan sebagai pusat produksi, penyortiran, dan pengiriman produk sel.

  • Badan inklusi, cadangan partikel sementara di dalam sel.

  • Sitoskeleton, yang membantu sel dalam mempertahankan bentuknya dan memberikan dukungan bagi organel.

6. Berperan dalam Pembelahan Sel

Sitoplasma juga memiliki peran penting dalam pembelahan sel, baik mitosis maupun meiosis. Pada proses ini, sitoplasma mengatur berbagai proses penting agar setiap sel memiliki cukup energi, protein, enzim, organel, dan partikel lainnya untuk berkembang menjadi sel dewasa yang berfungsi optimal.

Baca Juga: Ciri-Ciri Reaksi Eksoterm dan Endoterm dalam Kehidupan Sehari-hari

(SA)