Ciri-Ciri Reaksi Eksoterm dan Endoterm dalam Kehidupan Sehari-hari

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Reaksi eksoterm dan endoterm merupakan dua jenis utama reaksi kimia yang dibedakan berdasarkan perubahan energi yang terjadi selama reaksi berlangsung. Mengetahui ciri-ciri reaksi eksoterm dan endoterm dalam kehidupan sehari-hari penting untuk memahami bagaimana sistem kimia ini bekerja. Agar lebih jelas, berikut penjelasan mengenai pengertian, ciri-ciri, dan contoh dari masing-masing reaksi.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
1. Pengertian Reaksi Eksoterm
Mengutip buku Kimia Dasar II karya Elvy Rahmi Mawarnis, reaksi eksoterm adalah reaksi yang melepaskan energi ke lingkungan, baik melalui proses kimia maupun perubahan fisika. Energi yang dilepas biasanya dalam bentuk panas, sehingga suhu lingkungan sekitar meningkat.
2. Pengertian Reaksi Endoterm
Reaksi endoterm adalah kebalikan dari reaksi eksoterm. Jenis reaksi ini menyerap energi dari lingkungan dalam bentuk panas untuk menghasilkan produk. Akibatnya, suhu lingkungan menurun seiring berjalannya reaksi.
3. Ciri-Ciri Reaksi Eksoterm
Mengacu buku Kimia Farmasi SMK/MAK Kelas XI: Bidang Keahlian Kesehatan dan Pekerjaan Sosial oleh Nur Halimah, ciri-ciri reaksi eksoterm meliputi:
Terjadi perpindahan kalor dari sistem ke lingkungan.
Sistem melepaskan kalor ke lingkungan, sehingga kalor sistem berkurang.
Kalor yang dilepaskan ke lingkungan dapat meningkatkan suhu lingkungan.
Kalor yang dilepaskan ke lingkungan akan menyebabkan penurunan entalpi reaksi.
Entalpi produk lebih kecil daripada entalpi reaktan, sehingga entalpi reaksi lebih kecil dari 0, dengan nilai perubahan entalpi (ΔH) bernilai negatif.
4. Ciri-Ciri Reaksi Endoterm
Adapun ciri-ciri reaksi endoterm adalah sebagai berikut:
Terjadi perpindahan kalor dari lingkungan ke sistem.
Sistem menyerap kalor dari lingkungan, sehingga kalor sistem bertambah.
Kalor yang diserap oleh sistem akan dapat menurunkan suhu lingkungan.
Kalor yang diserap oleh sistem akan menyebabkan kenaikan entalpi reaksi.
Entalpi produk lebih besar daripada entalpi reaktan, sehingga perubahan entalpi reaksi lebih besar 0, dengam nilai perubahan entalpi (ΔH) bernilai positif.
5. Contoh Reaksi Eksoterm dalam Kehidupan Sehari-hari
Menurut laman Geeks for Geeks, beberapa contoh reaksi eksoterm adalah:
Pembakaran bahan bakar seperti kayu, batu bara, atau gas. Reaksi ini menghasilkan panas, karbon dioksida, dan air.
Pengkaratan besi, di mana besi bereaksi dengan oksigen dan air membentuk oksida besi sambil melepaskan panas.
Penghangat tangan (hand warmer) yang bekerja dengan reaksi oksidasi besi sehingga menghasilkan panas.
Respirasi, yaitu glukosa bereaksi dengan oksigen menghasilkan energi, karbon dioksida, dan air.
Pembuatan semen, yang melibatkan reaksi kalsium karbonat (batu kapur) dengan panas untuk menghasilkan kalsium oksida (kapur) dan karbon dioksida.
Reaksi netralisasi, yaitu ketika asam dan basa bercampur membentuk garam dan air sambil melepaskan panas.
6. Contoh Reaksi Endoterm dalam Kehidupan Sehari-hari
Beberapa contoh reaksi endoterm yang mudah ditemui, antara lain:
Kantong es instan, yang digunakan untuk mengompres luka dengan reaksi endoterm yang menyerap panas.
Dehumidifier, yang memanfaatkan reaksi endoterm untuk menghilangkan kelembapan udara melalui kondensasi.
Alat pemadam kebakaran tertentu, yang bekerja dengan reaksi endoterm untuk menyublim dan menurunkan suhu api.
Wadah makanan yang memanfaatkan pelarutan kalsium oksida dalam air untuk memanaskan makanan.
Kemasan dingin, yang bekerja dengan melarutkan amonium nitrat dalam air sehingga menghasilkan efek dingin.
Baca Juga: Ciri-Ciri Organisme Ekstremofil dan Habitatnya
(SA)
