Konten dari Pengguna

Ciri-Ciri Benda Elastis dan Contoh Penerapannya Sehari-hari

Hendro Ari Gunawan

Hendro Ari Gunawan

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi karet sebagai benda elastis. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi karet sebagai benda elastis. Foto: Pexels

Dalam ilmu fisika, elastisitas diartikan sebagai kemampuan suatu benda untuk menahan pengaruh gaya dan kembali ke bentuk semula setelah gaya tersebut dihilangkan. Sifat ini banyak dijumpai dalam kehidupan sehari-hari, seperti pada karet gelang, pegas, hingga bahan pakaian. Untuk memahami lebih lanjut, simak penjelasan tentang ciri-ciri benda elastis dan contoh penerapannya padas sajian informasi di bawah ini.

Daftar isi

1. Dapat Kembali ke Bentuk Semula

Ciri paling utama dari benda elastis adalah kemampuannya untuk kembali ke bentuk awal setelah gaya dilepaskan. Misalnya, karet gelang yang ditarik akan memanjang, namun segera kembali ke ukuran semula setelah tidak diberi gaya lagi.

2. Memiliki Batas Elastis

Menurut laman The Engineering Choice, tidak semua tekanan bisa ditahan benda elastis. Setiap benda memiliki batas elastis, yaitu besar gaya maksimum yang masih memungkinkan benda kembali ke bentuk semula. Jika gaya yang diberikan melebihi batas tersebut, benda akan kehilangan sifat elastisnya dan berubah menjadi benda plastis, artinya, bentuknya tidak akan kembali seperti semula. Batas elastis ini sangat bergantung pada jenis material suatu benda.

3. Perubahan Bentuk Sebanding dengan Gaya

Perubahan bentuk benda elastis sebanding dengan besar gaya yang diberikan. Mengutip buku Belajar Fisika untuk Hidup yang Lebih Baik karya Bambang Ruwanto, semakin besar gaya yang diberikan, semakin besar pula perubahan panjang benda hingga mencapai batas proporsional. Pada tahap ini, hubungan antara gaya dan pertambahan panjang masih linier. Namun, jika gaya terus diperbesar hingga melewati batas elastisitasnya, benda tidak lagi kembali ke bentuk awal dan bisa putus atau patah.

4. Terbuat dari Bahan Lentur

Sebagian besar benda elastis dibuat dari bahan yang memiliki sifat lentur. Struktur bahan ini mampu menahan tarikan atau tekanan tanpa mengalami perubahan bentuk atau deformasi permanen. Contohnya antara lain karet, silikon, dan logam tertentu seperti baja pegas. Sifat lentur inilah yang membuat benda elastis bisa kembali ke bentuk semula meskipun terus-menerus diberi gaya.

5. Contoh Benda Elastis dalam Kehidupan Sehari-hari

Sifat elastis memiliki banyak manfaat dalam kehidupan manusia. Berikut beberapa contoh penerapannya yang umum ditemukan dikutip dari laman Right Examples:

  • Kasur pegas: Menggunakan pegas atau memory foam untuk meningkatkan kenyamanan. Kedua bahan ini mampu kembali ke bentuk aslinya setelah tekanan tubuh dihilangkan.

  • Trampolin: Terbuat dari bahan yang sangat elastis. Mampu memantulkan tubuh dengan memanfaatkan gaya elastis.

  • Karet pinggang: Digunakan di banyak pakaian untuk memberi fleksibilitas pada pakaian agar pas di tubuh.

  • Karet gelang: Kembali ke bentuk semula setelah diregangkan.

  • Pita resistensi: Digunakan di pusat kebugaran untuk melakukan peregangan otot dan latihan terkait lainnya, mampu menahan gaya dengan sifat elastisnya.

Baca Juga: Cara Terbentuknya Suara Gema di Ruangan Kosong Menurut Ilmu Fisika

(SA)