Ciri-Ciri Fenomena Gelombang Kelvin dan Dampaknya di Indonesia

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ciri-ciri fenomena gelombang Kelvin dan dampaknya di Indonesia menjadi hal penting yang perlu dipelajari karena berhubungan langsung dengan pola cuaca sehari-hari. Gelombang Kelvin merupakan salah satu gelombang laut yang cukup besar. Berbeda dengan gelombang laut biasa, ia tidak pecah, melainkan memiliki puncak dan lembah yang lebar sehingga mampu memengaruhi kedalaman air. Cari tahu karakteristik selengkapnya di bawah ini.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
1. Pengertian Fenomena Gelombang Kelvin
Mengutip Buku Ajar Energi Baru dan Terbarukan karya Arridina Susan Silitonga dan Husin Ibrahim, gelombang Kelvin adalah gelombang di samudra yang muncul untuk menyeimbangkan gaya Coriolis (gaya akibat rotasi bumi). Gelombang ini bergerak dari kutub menuju ekuator dengan arah cenderung ke timur dan kecepatan yang relatif tetap. Gelombang Kelvin bisa membentur pantai atau bahkan bertemu dengan gelombang Kelvin lain dari arah berlawanan di sekitar ekuator.
2. Ciri-Ciri Fenomena Gelombang Kelvin
Gelombang Kelvin memiliki sejumlah karakteristik khas yang membedakannya dari jenis gelombang lain. Mengacu pada laman Naval Postgraduate School dan Britannica, berikut beberapa ciri utamanya:
Gelombang Kelvin tidak berubah kecepatannya meskipun panjang gelombangnya berbeda.
Bergerak dengan sangat cepat sekitar 2,8 meter per detik atau mencapai 250 kilometer per hari.
Jangkauan geografis gelombang Kelvin sangat luas, sering kali membentang di sebagian besar Samudera Pasifik.
Terdiri atas dua jenis, yaitu gelombang pesisir (coastal Kelvin wave) dan gelombang khatulistiwa (equatorial Kelvin wave).
Gelombang Kelvin ekuator sangat panjang yang merambat ke arah timur di belahan bumi utara, menggunakan ekuator sebagai pemandu gelombang.
Gelombang Kelvin pesisir merambat di sekitar lautan belahan bumi utara dengan arah berlawanan jarum jam, menjadikan garis pantai sebagai jalur pemandunya.
3. Dampak Fenomena Gelombang Kelvin di Indonesia
Gelombang Kelvin sangat berpengaruh terhadap pola cuaca di wilayah sepanjang garis pantai dan khatualistiwa, termasuk Indonesia. Gelombang ini berperan dalam perubahan suhu permukaan laut, musim, hingga iklim global seperti El Nino dan La Nina. Mengutip buku Oseanografi: Pendekatan dari Ilmu Kimia, Fisika, Biologi, dan Geologi karya M. Lutfi Firdaus, berikut beberapa dampaknya di Indonesia:
Saat gelombang Kelvin memicu El Nino, hujan bergeser ke Pasifik tropis. Akibatnya, Indonesia mengalami musim kemarau lebih lama, sumur-sumur mengering, dan petani kesulitan bercocok tanam.
Suhu permukaan laut yang lebih hangat meningkatkan penguapan dan curah hujan di Indonesia. Kondisi ini sering memicu musim hujan berkepanjangan, banjir, hingga gagal panen akibat peristiwa La Nina.
Gelombang Kelvin dapat memengaruhi distribusi nutrisi dan kondisi termal laut, sehingga berdampak pada kehidupan ikan dan organisme laut lainnya.
Baca Juga: Cara Terbentuknya Badai Tropis di Samudra Pasifik
(SA)
