Konten dari Pengguna

Ciri-Ciri Fenomena Halo Matahari yang Jarang Terjadi

Hendro Ari Gunawan

Hendro Ari Gunawan

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi fenomena halo matahari. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi fenomena halo matahari. Foto: Unsplash

Fenomena halo matahari merupakan salah satu fenomena optik atmosfer yang hanya terjadi di waktu tertentu saja. Ciri-ciri fenomena halo matahari yang khas ditandai dengan munculnya lingkaran cahaya berbentuk cincin yang mengelilingi matahari. Peristiwa ini terjadi akibat pembiasan cahaya matahari oleh kristal-kristal es yang terdapat pada awan cirrus. Simak pembahasan lebih lengkap mengenai fenomena halo matahari pada uraian di bawah ini.

Daftar isi

1. Lingkaran Cahaya Mengelilingi Matahari

Ciri paling jelas dari halo matahari adalah adanya lingkaran cahaya berbentuk cincin yang mengitari matahari. Menurut laman EarthSky, fenomena ini juga dikenal sebagai halo 22 derajat, karena jari-jari lingkarannya selalu sekitar 22 derajat dari matahari. Meskipun cincin yang lebih besar atau lebih kecil juga dapat terbentuk.

2. Warna Pelangi yang Samar

Halo matahari sering tampak memiliki gradasi warna seperti pelangi yang samar. Dalam laman National Weather Service dijelaskan bahwa cahaya matahari yang melewati kristal es berbentuk prisma di awan cirrus mengalami pembiasan dan pemantulan, sehingga terurai menjadi spektrum warna. Hasilnya akan tampak seperti matahari yang dikelilingi oleh cincin yang bercahaya atau cahaya seperti warna pelangi.

3. Terjadi Saat Cuaca Cerah dengan Awan Tipis

Fenomena ini biasanya terjadi saat langit cerah, tetapi terdapat lapisan awan tipis jenis cirrus yang dingin pada ketinggian 5–10 km di atas permukaan bumi. Awan ini mengandung kristal-kristal es kecil yang berfungsi seperti prisma alami. Kristal inilah yang membiaskan sinar matahari hingga membentuk lingkaran khas di sekitarnya.

4. Berwarna Putih Terang

Menurut laman International Cloud Atlas, halo biasanya terlihat sebagai cincin bercahaya putih terang. Namun dalam kondisi tertentu, warna-warna samar lainnya dapat terlihat di tepinya. Bagian dalam lingkaran sering tampak kemerahan, sementara langit di antara matahari dan cincin terlihat lebih gelap dibandingkan area di luarnya. Jika tutupan awan tidak merata, kadang hanya sebagian lingkaran yang terlihat.

5. Bisa Menyebabkan Mata Silau Jika Dilihat Langsung

Walaupun halo matahari indah untuk diamati, menatap matahari secara langsung sangat berbahaya. Radiasi ultraviolet yang kuat dapat merusak mata dan menyebabkan gangguan permanen pada penglihatan. Oleh karena itu, sebaiknya gunakan kacamata hitam khusus atau melihat fenomena ini melalui pantulan atau rekaman kamera.

6. Fenomena yang Relatif Jarang Terjadi

Fenomena ini hanya muncul pada waktu tertentu jika kondisi atmosfer tepat. Laman Health Science Center menyebutkan halo matahari lebih sering terlihat di wilayah beriklim dingin karena atmosfernya banyak mengandung kristal es. Namun, fenomena ini juga bisa muncul di daerah tropis jika kondisi atmosfer mendukung. Durasi kemunculannya bervariasi, bisa hanya beberapa menit atau bertahan hingga beberapa jam, tergantung pergerakan awan dan posisi matahari.

Baca Juga: Ciri-Ciri Badai Pasir di Gurun yang Berbahaya Bagi Kesehatan Manusia

(SA)