Ciri-Ciri Badai Pasir di Gurun yang Berbahaya Bagi Kesehatan Manusia

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Badai pasir adalah salah satu fenomena alam yang kerap terjadi di wilayah gurun. Peristiwa ini tidak hanya memengaruhi ekosistem, tetapi juga berbahaya bagi kesehatan manusia dan aktivitas sehari-hari. Agar lebih siap ketika menghadapi kondisi ekstrem tersebut, di bawah ini akan diuraikan beberapa ciri-ciri badai pasir di gurun yang bisa Anda pahami.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
1. Langit Mendadak Gelap atau Kekuningan
Salah satu ciri paling jelas sebelum badai pasir terjadi adalah perubahan warna langit. Gurun yang biasanya cerah bisa berubah menjadi gelap, kekuningan, atau oranye pekat akibat partikel debu yang terbawa angin. Menurut National Geographic, partikel pasir berdiameter sangat kecil dapat melayang di udara sehingga menghalangi cahaya matahari.
2. Angin Kencang yang Mendorong Pasir
Badai pasir selalu diawali dengan hembusan angin kencang yang mampu mengangkat pasir dari permukaan tanah. World Meteorological Organization (WMO) menjelaskan bahwa kecepatan angin dalam badai pasir bisa mencapai lebih dari 40 km/jam, cukup untuk memindahkan jutaan ton debu dan pasir ke udara.
3. Dinding Debu yang Terlihat Jelas
Badai pasir biasanya berbentuk seperti dinding debu raksasa yang bergerak mendekat. Fenomena ini sering disebut haboob. NASA Earth Observatory mencatat bahwa dinding debu dapat menjulang hingga ketinggian lebih dari 1.500 meter dan bergerak cepat, membuat jarak pandang berkurang drastis.
4. Penurunan Jarak Pandang yang Ekstrem
Salah satu bahaya utama badai pasir adalah menurunnya jarak pandang hingga hanya beberapa meter saja. Kondisi ini sangat berisiko bagi pengendara atau orang yang sedang berada di luar ruangan.
United States Environmental Protection Agency (EPA) menjelaskan bahwa partikel halus dalam badai pasir bisa melayang lama di udara, memperburuk visibilitas.
5. Suara Gemuruh dan Hembusan Angin Kasar
Selain visual, badai pasir juga bisa dikenali dari suaranya. Angin kencang yang membawa jutaan butir pasir menciptakan suara gemuruh khas.
Menurut Scientific American, gesekan antar butiran pasir yang terbawa angin dapat menghasilkan suara rendah seperti desisan yang terdengar jelas dari kejauhan.
6. Dampak Fisik pada Lingkungan dan Tubuh
Ciri lain badai pasir adalah dampaknya yang langsung terasa. Suhu udara bisa turun mendadak karena sinar matahari terhalang debu. Pada manusia, pasir halus dapat masuk ke mata, hidung, dan paru-paru.
Centers for Disease Control and Prevention (CDC) memperingatkan bahwa paparan badai pasir bisa memperburuk penyakit pernapasan seperti asma atau bronkitis.
7. Terbentuknya Endapan Pasir Setelah Badai
Setelah badai berakhir, biasanya terdapat endapan pasir atau debu yang menumpuk di jalan, bangunan, dan kendaraan. BBC Future menyoroti bahwa badai pasir besar dapat memindahkan material sejauh ratusan kilometer, bahkan lintas benua, meninggalkan jejak debu yang cukup tebal.
Baca juga: Ciri-Ciri Awan Mammatus Sebelum Badai yang Bisa Dikenali
(NDA)
