Konten dari Pengguna

Ciri-Ciri Fenomena Supermoon dan Dampaknya bagi Kehidupan di Bumi

Hendro Ari Gunawan

Hendro Ari Gunawan

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi bulan. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bulan. Foto: Unsplash

Supermoon adalah fenomena alam ketika bulan tampak lebih besar dan lebih terang dari biasanya karena berada di titik terdekatnya dengan Bumi. Kehadirannya tidak hanya menyuguhkan pemandangan langit malam yang menakjubkan, tetapi juga membawa sejumlah dampak bagi kehidupan di Bumi. Untuk memahami peristiwa ini lebih jelas, simak penjelasan lengkap mengenai ciri-ciri fenomena supermoon dan dampaknya.

Daftar isi

1. Mengenal Fenomena Supermoon

Menurut laman NASA Jet Propulsion Laboratory, selama siklus orbit bulan yang berlangsung sekitar 27 hari, terdapat dua titik utama yang dilalui, yaitu apogee (titik terjauh dari Bumi) dan perigee (titik terdekat dengan Bumi). Bulan purnama bisa terjadi di titik mana pun sepanjang lintasan elips tersebut. Namun, ketika bulan purnama bertepatan dengan posisi bulan di perigee, bulan akan tampak lebih besar dan lebih terang daripada biasanya. Inilah yang dikenal dengan istilah supermoon.

2. Ciri-Ciri Fenomena Supermoon

Supermoon terjadi ketika bulan purnama bertepatan dengan posisi terdekat bulan dengan Bumi dalam orbit elipsnya, yang disebut perigee. Menurut laman NASA Science, berikut ciri-cirinya:

  • Bulan dapat tampak 14% lebih besar dibandingkan bulan purnama biasa.

  • Cahaya bulan terlihat sekitar 30% lebih terang dibanding bulan paling redup dalam setahun, yakni ketika berada di titik terjauh dari Bumi (apogee).

  • Supermoon terjadi saat bulan berada di titik perigee dengan jarak sekitar 363.300 km dari Bumi, sedangkan posisi terjauh bisa mencapai 405.500 km.

  • Supermoon hanya terjadi sekitar 3–4 kali dalam setahun, biasanya selalu muncul secara berurutan sehingga ada beberapa supermoon berturut-turut.

3. Dampak Positif Fenomena Supermoon

Fenomena supermoon membawa sejumlah dampak positif yang bisa dirasakan oleh manusia di Bumi, di antaranya adalah sebagai berikut:

  • Cahaya bulan lebih terang: Karena berada di posisi terdekat dengan Bumi, cahaya bulan terlihat lebih jelas saat malam hari.

  • Pemandangan alam menakjubkan: Supermoon menghadirkan bulan yang tampak lebih besar dan indah, sehingga menjadi momen yang menarik untuk diamati maupun diabadikan.

4. Dampak Negatif Fenomena Supermoon

Namun, supermoon juga dapat menimbulkan dampak negatif. Mengutip buku berjudul Melihat Semesta oleh Afrizal Efendi dkk, beberapa fenomena alam lain yang dapat terjadi di antaranya sebagai berikut:

  • Pemicu pasang laut lebih tinggi: Gaya gravitasi bulan yang lebih kuat menarik air laut lebih besar ke daratan, sehingga memicu pasang tinggi.

  • Menimbulkan banjir rob: Di wilayah pesisir, kenaikan permukaan air laut akibat pasang tinggi bisa menyebabkan banjir rob yang berdampak pada aktivitas masyarakat sekitarnya.

Baca Juga: Bintang Kejora, Planet Venus yang Paling Terang di Langit

(SA)