Ciri-Ciri Hujan Asam dan Dampaknya pada Lingkungan

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Hujan asam adalah hujan yang memiliki derajat keasaman (pH) sangat rendah. Air hujan menjadi asam karena terkontaminasi oleh sulfur dioksida (SO₂) dan nitrogen oksida (NOₓ) yang berasal dari aktivitas alam, kendaraan bermotor, maupun kegiatan industri. Simak uraian selengkapnya seputar ciri-ciri hujan asam dan dampaknya pada lingkungan pada artikel di bawah ini.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
1. Ciri-Ciri Hujan Asam
Mengutip Unit Pembelajaran Lingkungan: Membahas Permasalahan Lingkungan Lokal, Nasional dan Global karya Nike Anggraini dan Khoiron Nazip, berikut beberapa karakteristik hujan asam:
Memiliki tingkat pH lebih kecil dari 5,6.
Terjadi akibat peningkatan kadar asam nitrat dan sulfat dalam polusi udara.
Awalnya dipicu oleh meningkatnya emisi sulfur dioksida dan nitrogen oksida di atmosfer.
Berpotensi meningkatkan risiko gangguan jantung dan paru-paru pada manusia.
Dapat menyebabkan kulit terasa gatal dan memerah.
Bisa menimbulkan pusing, terutama pada orang dengan daya tahan tubuh lemah.
2. Proses Terjadinya Hujan Asam
Hujan asam berawal dari cerobong asap industri yang mengeluarkan bahan pencemar berupa sulfur dioksida dan nitrogen oksida. Gas-gas ini kemudian bereaksi dengan ozon di atmosfer melalui proses fotokimia. Reaksi tersebut menghasilkan asam nitrat (HNO₃) dan asam sulfat (H₂SO₄) setelah bercampur dengan air, oksigen, dan zat kimia lain. Selanjutnya, senyawa asam ini turun ke bumi bersama hujan.
3. Penyebab Hujan Asam
Sebagian kecil hujan asam dapat berasal dari sumber alami, misalnya letusan gunung berapi. Namun, umumnya fenomena ini disebabkan oleh aktivitas manusia yang menimbulkan pencemaran lingkungan. Beberapa sumber utama SO₂ dan NOₓ di atmosfer antara lain:
Kebakaran hujan atau hasil dari letusan gunung berapi
Polusi kendaraan dan alat berat.
Aktivitas manusia, seperti manufaktur, kilang minyak, dan industri lainnya.
4. Dampak Hujan Asam pada Lingkungan
Hujan asam tak hanya menimbulkan dampak negatif pada kesehatan, tetapi juga membawa efek buruk bagi ekosistem. Menurut U.S. Environmental Protection Agency (EPA), berikut beberapa dampak utamanya:
Menurunkan pH tanah dan air, sehingga merusak ekosistem.
Tanaman pakan ternak yang mengandung sulfur tinggi bisa mengganggu fisiologi hewan.
Mengganggu ekosistem akuatik dengan menurunkan populasi ikan dan biota air, sehingga mengubah rantai makanan dan berpotensi menyebabkan kepunahan spesies.
Meningkatkan kadar logam berat seperti aluminium dalam tanah, yang merusak akar, memperlambat pertumbuhan, dan melemahkan tanaman sehingga rentan terhadap penyakit dan hama.
Mempercepat proses korosi pada berbagai macam material logam maupun bangunan, terutama konstruksi berbahan kapur seperti marmer akibat pengaruh asam dan air.
Menyebabkan tumbuhan layu dan mati, serta menghilangkan mineral penting yang dibutuhkan pohon untuk tumbuh.
Baca Juga: Cara Membuat Eksperimen Hujan Buatan Mini di Rumah
(SA)
