Konten dari Pengguna

Ciri-Ciri Hujan Deras yang Berpotensi Banjir Bandang, Waspadai 5 Hal Ini

Hendro Ari Gunawan

Hendro Ari Gunawan

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi banjir bandang. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi banjir bandang. Foto: Unsplash

Banjir bandang umumnya disebabkan oleh hujan deras yang turun terus-menerus tanpa henti. Meskipun datangnya sering kali tiba-tiba, bukan berarti tidak bisa diperkirakan. Cara yang tepat untuk melakukan mitigasi bencana alam ini adalah dengan mengenali ciri-ciri hujan deras yang berpotensi banjir bandang. Simak berbagai karaktersitik hujan dan tanda lain yang perlu diwaspadai dalam uraian di bawah ini.

Daftar isi

1. Intensitas Hujan yang Sangat Lebat

Salah satu penyebab utama banjir bandang adalah curah hujan dengan intensitas tinggi. Menurut laman Earth.org, ketika hujan turun lebih cepat daripada kemampuan tanah untuk menyerap air, permukaan air akan naik dengan cepat dan menimbulkan banjir. Risiko ini semakin besar jika terjadi di sekitar sungai, karena volume air berlebih dapat meluap ke daratan sekitarnya.

2. Durasi Hujan yang Lama

Selain deras, durasi hujan juga menjadi faktor penting. Hujan dengan intensitas tinggi yang berlangsung terus-menerus membuat tanah jenuh air sehingga tidak mampu menyerap lebih banyak. Akibatnya, aliran sungai kecil bisa langsung meluap ketika volume air meningkat drastis.

3. Langit yang Berwarna Gelap Gelap di Bagian Hulu Sungai

Dalam buku berjudul Infrastruktur Berbasis Mitigasi Bencana oleh Miswar Tumpu dkk, disebutkan bahwa awan hitam pekat di daerah hulu sungai menjadi salah satu ciri yang harus diwaspadai. Hujan lebat di hulu akan meningkatkan risiko banjir bandang di wilayah tersebut. Jika tanda ini terlihat, masyarakat disarankan segera menjauh dari kawasan sekitar aliran sungai.

4. Air Sungai Mendadak Keruh

Perubahan kondisi air sungai juga bisa menjadi tanda bahaya. Air yang semula jernih kemudian mendadak keruh adalah sinyal bahwa material tanah, batu, atau lumpur terbawa arus deras dari hulu. Jika hal ini terjadi, segera menjauh dari area sungai karena potensi banjir bandang bisa terjadi sewaktu-waktu.

5. Suara yang Tidak Biasa

Menurut laman Stone Building Solutions, suara deru keras dan konstan yang menyerupai kereta barang dapat menandakan adanya banjir bandang yang sedang mendekat. Suara tersebut biasanya terdengar sebelum air terlihat. Bagi warga yang tinggal di sekitar sungai, suara ini harus dianggap sebagai peringatan untuk segera mencari tempat lebih tinggi.

6. Wilayah yang Berisiko Terkena Banjir Bandang

Menurut laman NOAA National Severe Storms Laboratory, beberapa wilayah berikut memiliki risiko tinggi terhadap banjir bandang, antara lain:

  • Daerah padat penduduk: Banyak bangunan, jalan raya, dan area parkir mengurangi daya serap tanah, sehingga berisiko memicu banjir bandang.

  • Titik rendah: Terowongan, ruang atau garasi bawah tanah, dan penyeberangan air rendah mudah terendam saat banjir.

  • Tepi sungai: Risiko meningkat bila tanggul tidak mampu menahan luapan air.

  • Wilayah hilir bendungan: Kegagalan bendungan dapat memicu gelombang air besar yang menghancurkan daerah di bawahnya.

  • Pegunungan dan perbukitan terjal: Batuan dan tanah liat yang dangkal tidak memungkinkan banyak air meresap ke dalam tanah, sehingga membuat sungai mudah meluap.

  • Tanah kering atau berbatu: Tanah sulit menyerap air yang membuat aliran air meningkat cepat.

  • Area pasca kebakaran hutan dan wilayah perkotaan: Permukaan tanah yang tertutup abu atau aspal, dapat meningkatkan limpasan air hujan.

Baca Juga: Cara Mengenali Tanda Awal Letusan Gunung Berapi yang Sering Terjadi

(SA)