Konten dari Pengguna

Ciri-Ciri Hujan Gerimis dan Perbedaannya dengan Hujan Deras

Hendro Ari Gunawan

Hendro Ari Gunawan

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi hujan. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi hujan. Foto: Unsplash

Hujan bisa turun dalam bentuk yang sangat ringan seperti gerimis, atau dalam bentuk yang jauh lebih kuat seperti hujan deras. Keduanya sama-sama berupa air yang jatuh dari langit, tetapi karakteristiknya sangat berbeda. Menurut Britannica, gerimis adalah presipitasi berupa tetesan air yang ukurannya sangat kecil, yakni sekitar 0,2 hingga 0,5 milimeter. Artikel ini akan menguraikan lebih lanjut mengenai ciri-ciri hujan gerimis dan perbedaannya dengan hujan deras.

Daftar isi

Ukuran Butiran Air yang Berbeda Jelas

Perbedaan pertama dan paling mudah dikenali adalah ukuran tetesannya. Berdasarkan informasi dari WGN-TV, tetesan air yang ukurannya lebih besar dari 0,5 milimeter disebut hujan, sedangkan yang lebih kecil disebut gerimis.

The Daily Eco menambahkan bahwa tetesan gerimis hanya sekitar 0,1 hingga 0,5 milimeter, hampir seukuran tetesan kabut. Sebaliknya, tetesan hujan bisa mencapai 1 hingga 5 milimeter sehingga terlihat jelas ketika mengenai permukaan.

Kecepatan Jatuh Butiran Air

Gerimis dan hujan deras juga berbeda dari segi kecepatan jatuhnya air. Britannica menjelaskan bahwa gerimis memiliki kecepatan terminal sekitar 70 hingga 200 sentimeter per detik. Sementara itu, hujan dapat jatuh lurus ke tanah dengan kecepatan hingga 20 mil per jam, sedangkan gerimis kurang dari 3 kaki per detik.

Informasi dari InForum menggambarkan bahwa gerimis sering tampak seperti menggantung di udara, turun pelan, dan hampir tidak menimbulkan suara, sedangkan hujan deras menghasilkan percikan dan suara yang jelas saat menyentuh tanah atau air.

Intensitas dan Laju Akumulasi Air

Perbedaan berikutnya terletak pada seberapa cepat air berkumpul di permukaan. Menurut Chicago Tribune, hujan ringan memiliki laju hingga 0,10 inci per jam, hujan sedang 0,11 hingga 0,30 inci per jam, dan hujan deras lebih dari 0,30 inci per jam.

Hujan gerimis jauh lebih pelan, di mana gerimis ringan hanya menghasilkan jejak air 0,01 inci hingga 1 milimeter per jam. Sementara hujan deras bisa menghasilkan lebih dari 7,6 milimeter air per jam.

Awan Pembentuk dan Kondisi Udara

Gerimis umumnya turun dari awan stratus atau nimbostratus yang berbentuk seperti lapisan datar, sebagaimana dijelaskan Cordulus. Tetesan gerimis terbentuk dari penggabungan tetesan kecil di awan rendah dengan updraft yang sangat lemah.

Sementara itu, hujan deras bisa berasal dari berbagai jenis awan, termasuk awan kumulonimbus yang sering menghasilkan hujan sangat intens.

Dampak terhadap Penglihatan dan Aktivitas

Menurut The Daily Eco, hujan deras bisa mengurangi jarak pandang karena tirai airnya, tetapi masih memungkinkan melihat di sela-sela tetesannya. Hujan deras pun cepat membuat lingkungan basah dan tergenang.

Di sisi lain, gerimis membasahi perlahan namun bisa berlangsung lama tanpa disadari. Tidak hanya itu, gerimis juga dapat menciptakan efek kabut karena tetesannya kecil dan menggantung lebih lama.

Baca juga: Cara Kerja Hujan Orografis di Daerah Pegunungan

(NDA)