Ciri-Ciri Letusan Gunung Tipe Strombolian yang Umum Terjadi

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Salah satu tipe letusan gunung berapi yang cukup dikenal adalah letusan tipe Strombolian. Nama ini diambil dari Gunung Stromboli di Italia yang telah meletus terus menerus selama berabad-abad. Ciri-ciri letusan gunung tipe Strombolian umumnya terjadi pada gunung berapi yang masih dalam tahap pertumbuhan. Artikel ini menyajikan penjelasan lengkap mengenai karakteristik letusan gunung berapi tipe Strombolian yang penting untuk dipahami.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
1. Memiliki Interval Waktu yang Berdekatan
Berdasarkan buku Ensiklopedia Gunung Berapi di Indonesia Seri I oleh Majella Setyawan, ciri utama letusan Strombolian adalah memiliki interval waktu letusan yang relatif berdekatan. Semburan lava pijar muncul dengan jarak waktu hampir sama, sehingga letusannya bisa diprediksi dalam hitungan menit.
2. Pola Letusan yang Bersifat Eksplosif Singkat
Menurut laman National Park Service, letusan Strombolian tidak terlalu kuat (eksplosif) dengan kandungan gas sedang. Ledakan ini dipicu oleh pecahnya gelembung-gelembung gas besar yang terbentuk di dalam magma. Ketika gelembung-gelembung ini mencapai permukaan, perbedaan tekanan udara membuatnya pecah dengan suara letupan keras. Proses ini biasanya terjadi berulang setiap beberapa menit.
3. Semburan Lava yang Terputus-putus
Letusan Strombolian ditandai dengan ledakan singkat yang terputus-putus. Material pijar bisa menyembur hingga ratusan meter ke udara dan sering kali terlihat seperti kembang api raksasa, terutama pada malam hari. Semburan tersebut kemudian jatuh kembali di sekitar kawah. Letusan ini biasanya membentuk kerucut vulkanik yang terdiri dari akumulasi material basaltik.
4. Produk Erupsi yang Dihasilkan
Meski daya erupsi yang tidak begitu kuat, namun gunung tipe Strombolian mengeluarkan material padat yang sangat banyak. Mengutip laman Earth How, letusan gunung tipe Strombolian menghasilkan beragam material piroklastik, di antaranya:
Bom vulkanik: batuan besar berdiameter lebih dari 64 mm yang terlontar dalam keadaan pijar.
Lapili: pecahan batu kecil yang berukuran 2–64 mm.
Abu vulkanik: partikel halus hasil letusan yang dapat terbawa angin hingga menempuh jarak ribuan kilometer dari sumbernya.
5. Contoh Gunung dengan Letusan Strombolian
Beberapa gunung berapi di dunia dikenal sering mengalami letusan dengan tipe Strombolian, antara lain:
Gunung Stromboli di Italia, yang menjadi asal nama tipe letusan ini.
Gunung Raung di Jawa Timur, terkenal dengan letusan Strombolian yang hampir terus-menerus.
Gunung Vesuvius di Italia, yang pernah mengalami letusan dengan karakteristik serupa.
Baca Juga: Cara Terbentuknya Hujan Meteor yang Bisa Diamati dari Bumi
(SA)
