Ciri-Ciri Perubahan Fisika dan Kimia dalam Kehidupan Sehari-hari

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Perubahan fisika dan kimia merupakan jenis perubahan zat yang sering dijumpai di lingkungan sekitar. Perubahan fisika adalah perubahan yang tidak menghasilkan zat baru, sedangkan perubahan kimia adalah perubahan yang menghasilkan zat baru dengan sifat yang berbeda dari zat asalnya. Keduanya dapat terjadi secara alami maupun karena aktivitas manusia. Simak pembahasan lengkap seputar ciri-ciri perubahan fisika dan kimia dalam kehidupan sehari-hari dan contohnya.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
1. Ciri-Ciri Perubahan Fisika
Perubahan fisika dapat diamati dari perubahan ukuran, bentuk, wujud, atau tekstur suatu benda tanpa mengubah komposisi kimianya. Berdasarkan buku Perubahan Fisik dan Sifat Benda karya Sulaiman, berikut beberapa ciri khas perubahan fisika:
Tidak menghasilkan zat baru. Zat asli mempertahankan identitas kimianya.
Hanya terjadi perubahan wujud atau perubahan fase zat.
Reaksi perubahan fisika bersifat reversible (dapat balik). Artinya, benda yang mengalami perubahan fisika bisa kembali ke bentuk semula.
Perubahan fisika hanya bersifat sementara.
Melibatkan perubahan energi. Misalnya, energi diserap atau dilepaskan selama transisi fase seperti mendidih atau membeku.
2. Ciri-Ciri Perubahan Kimia
Perubahan kimia dapat berupa penggabungan sejumlah zat atau peuraian suatu zat. Menurut Buku Ajar Kimia 1 karya Maris Kurniawati, perubahan kimia ditandai dengan ciri khas berikut:
Terjadi perubahan susunan molekul.
Terbentuknya zat baru dengan sifat yang berbeda dengan sifat penyusunannya.
Perubahan zat bersifat irreversible, artinya tidak dapat dikembalikan ke bentuk semula.
Terbentuknya gas. Contohnya, reaksi antara karbit dan air menghasilkan gas etilen.
Terbentuk endapan. Misalnya, reaksi antara air kapur dan gas CO₂ menghasilkan endapan kalsium karbonat (CaCO₃).
Terjadinya perubahan warna. Seperti kertas putih yang dibakar berubah warna menjadi hitam.
Terjadinya perubahan suhu. Reaksi kimia bisa menghasilkan panas (eksoterm) atau menyerap panas (endoterm).
3. Contoh Perubahan Fisika dalam Kehidupan Sehari-hari
Beberapa contoh perubahan fisika yang sering dijumpai di sekitar kita antara lain:
Air menjadi es batu (membeku).
Uap air menjadi air (mengembun).
Air mendidih menjadi uap air (menguap).
Lilin yang meleleh saat dipanaskan.
Kayu diolah menjadi meja.
Kain dijahit menjadi baju atau celana.
Gula dan garam yang larut dalam air.
4. Contoh Perubahan Kimia dalam Kehidupan Sehari-hari
Contoh perubahan kimia dapat kita lihat pada berbagai proses alami maupun kegiatan manusia, seperti:
Pembakaran, misalnya kayu, kertas, atau lilin yang dibakar hingga menghasilkan asap dan abu.
Perkaratan besi, yaitu reaksi oksidasi logam oleh oksigen di udara yang menghasilkan logam oksida.
Fermentasi, contohnya perubahan singkong atau beras menjadi tape.
Pemasakan, seperti telur yang digoreng, atau adonan kue yang dipanggang.
Fotosintesis, yaitu proses reaksi CO₂ dan H₂O pada tumbuhan dengan bantuan cahaya matahari untuk menghasilkan karbohidrat dan oksigen.
Baca Juga: Mengenal Proses Reaksi Kimia saat Memasak untuk Temukan Teknik yang Tepat
(SA)
