Ciri-ciri Sumber Air Tanah yang Bersih dan Alami untuk Dikonsumsi

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Air tanah merujuk pada air yang tersimpan di dalam lapisan tanah atau batuan di bawah permukaan bumi. Sumber air ini berasal dari air hujan yang meresap ke dalam tanah, serta aliran tidak langsung dari sungai atau danau. Selama proses peresapan, air mengalami penyaringan alami oleh lapisan tanah, sehingga kualitasnya cenderung lebih baik. Meski demikian, tidak semua air tanah layak digunakan. Karena itu, memahami ciri-ciri sumber air tanah yang bersih dan alami menjadi hal penting untuk mencegah risiko kesehatan di kemudian hari. Simak berbagai karakteristiknya di bawah ini.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
1. Jernih dan Tidak Keruh
Salah satu ciri paling mudah dikenali dari air tanah yang bersih adalah tampilannya yang jernih. Dalam laman Agriculture Institute disebutkan bahwa kejernihan ini terjadi karena air tanah telah melewati proses penyaringan alami saat meresap melalui lapisan tanah dan batuan. Proses tersebut membantu menghilangkan kotoran seperti lumpur, pasir halus, maupun serpihan organik, sehingga air tampak lebih bening.
2. Tidak Berbau
Air tanah yang sehat tidak mengeluarkan bau menyengat. Aroma seperti telur busuk, amis, atau bau kimia dapat menjadi indikasi adanya kontaminan organik maupun anorganik yang berasal dari limbah.
3. Tidak Berwarna
Air tanah alami umumnya tidak memiliki warna. Perubahan warna bisa menjadi tanda adanya kandungan logam atau bahan kimia. Sebuah studi dalam International Journal of Water Resources and Environmental Engineering menjelaskan bahwa besi dan mangan dapat menyebabkan perubahan warna air. Melalui aktivitas bakteri, kedua unsur ini teroksidasi menjadi oksida besi dan mangan, yang kemudian menimbulkan warna kemerahan atau kebiruan pada air.
4. Rasanya Tawar
Air bersih memiliki rasa tawar yang segar. Jika air terasa pahit, asin, atau meninggalkan rasa logam di lidah, hal tersebut bisa menjadi tanda adanya mineral berlebihan atau zat terlarut yang tidak seharusnya ada dalam air.
5. Tingkat pH Air Normal
Tingkat keasaman air diukur menggunakan skala pH dari 0 hingga 14, dengan pH 7 sebagai kondisi netral. Air dengan pH tinggi atau bersifat basa sering menimbulkan rasa pahit. Sebaliknya, air dengan pH rendah atau bersifat asam.
6. Bebas Zat Berbahaya
Air tanah yang bersih tidak mengandung zat berbahaya seperti nitrat, arsenik, selenium, sulfat, maupun merkuri. Selain itu, air yang aman juga bebas dari residu pestisida, deterjen, dan bahan kimia industri lainnya.
7. Tidak Menyebabkan Gangguan Kesehatan
Menurut NSW Health, risiko kesehatan akibat air tanah yang tercemar bergantung pada jenis dan konsentrasi kontaminan, serta cara dan frekuensi paparannya, baik melalui konsumsi, pernapasan, maupun kontak kulit. Paparan jangka panjang terhadap air tercemar dapat memicu berbagai masalah serius, mulai dari kerusakan hati, ginjal, dan paru-paru, gangguan hormon, hingga meningkatkan risiko kanker.
8. Jauh dari Sumber Pencemar
Sumber air tanah yang alami biasanya berada jauh dari septic tank, tempat pembuangan sampah, saluran limbah, atau kawasan industri. Jarak yang memadai sangat penting untuk mencegah masuknya zat berbahaya ke dalam lapisan air tanah.
9. Tidak Mengandung Bakteri Patogen
Air tanah yang aman tidak tercemar bakteri berbahaya seperti E. coli atau bakteri coliform. Menurut laman Agriculture and Agri-Food Canada, sebagian besar bakteri coliform tidak menyebabkan penyakit, tetapi digunakan sebagai organisme indikator untuk menunjukkan potensi keberadaan mikroorganisme penyebab penyakit dalam air. Tidak adanya coliform dalam sampel menandakan bahwa air tersebut aman untuk diminum.
Baca Juga: Cara Kerja Proses Penyaringan Alami oleh Tanah agar Aman dari Pencemaran
(SA)
