Ciri-Ciri Tanah yang Rawan Retakan Sebelum Longsor

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kerentanan tanah longsor umumnya dapat dikenali dari kondisi fisik suatu area, salah satunya melalui retakan. Retakan tanah sering menjadi sinyal awal sebelum longsor terjadi. Karena itu, penting bagi masyarakat untuk memahami ciri-ciri tanah yang rawan retakan sebelum longsor agar bisa mengambil langkah pencegahan bencana sejak dini. Simak informasi selengkapnya dalam artikel ini mengenai beberapa tanda yang perlu diwaspadai.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
1. Retakan Muncul di Bagian Atas Lereng
Menurut buku Tanggap Bencana Alam Tanah Longsor karya Abdul Syukur, meskipun tebing tersusun dari batuan yang rapat, retakan tetap bisa muncul di bagian atas. Retakan ini sering diikuti keluarnya air, yang dapat menurunkan kestabilan lereng. Jika air hujan meresap atau terjadi getaran, batuan maupun tanah di atas lereng tersebut berpotensi longsor.
2. Muncul Retakan di Sekitar Bangunan
Retakan pada ubin, dinding, atau pondasi rumah di dekat lereng bisa menandakan adanya pergerakan tanah di bawahnya. Retakan serupa juga kerap terlihat di jalan beraspal, trotoar, atau permukaan tanah.
3. Lebar Retakan Semakin Bertambah
Retakan kecil di permukaan tanah biasanya dianggap sepele. Namun, jika ukurannya terus melebar, ini bisa menjadi sinyal bahaya adanya tanah longsor. Retakan yang awalnya hanya beberapa milimeter bisa berkembang hingga puluhan sentimeter. Perubahan cepat seperti ini patut diwaspadai karena menandakan tanah sudah tidak stabil.
4. Beban Berlebih di Lereng
Aktivitas manusia seperti pembangunan padat di daerah miring maupun penggunaan alat berat, dapat menimbulkan getaran yang memicu retakan. Selain itu, beban juga dapat terjadi secara alami karena kerapatan pohon yang berlebihan. Ketika pohon-pohon di kawasan rawan longsor semakin besar, beban yang diterima tanah juga semakin besar.
5. Tanah Menggembung Muncul di Dasar Lereng
Mengutip laman Teton County Wyoming, munculnya tanah menggembung di dasar lereng merupakan tanda adanya tekanan dari dalam. Hal ini juga bisa diketahui dari tanah yang meninggi di salah satu sisi. Kondisi tersebut biasanya menjadi awal pergeseran tanah sebelum longsor terjadi.
6. Rembesan Air Melalui Permukaan di Lokasi Baru
Retakan yang disertai munculnya mata air atau rembesan baru di sekitar lereng menandakan air tanah sedang mencari jalur keluar akibat perubahan tekanan. Kondisi tersebut membuat tanah lebih rentan longsor.
7. Batuan, Tanah, atau Vegetasi Mulai Miring
Laman Washington State Department of Natural Resources menyebutkan bahwa pergeseran pagar, dinding, tiang listrik, hingga pohon yang tampak miring bisa menjadi tanda tanah bergerak. Selain itu, suara gemuruh seperti bunyi kayu patah, atau batu yang saling berbenturan juga dapat menjadi indikasi longsor yang semakin dekat.
Baca Juga: Ciri-Ciri Sungai Meluap Sebelum Banjir yang Perlu Diwaspadai
(SA)
