Ciri-Ciri Udara yang Mengandung Banyak Polutan yang Sering Tidak Disadari

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Polusi udara terjadi ketika gas berbahaya, debu, asap, atau bahan kimia bercampur di atmosfer dalam jumlah yang melebihi batas aman. Polutan bisa berasal dari aktivitas industri, kendaraan bermotor, hingga penggunaan bahan pembersih rumah tangga tertentu. Paparan jangka panjang dapat menurunkan kualitas hidup dan memicu gangguan kesehatan. Untuk mengenali ciri-ciri udara yang mengandung banyak polutan, perhatikan beberapa tanda berikut.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
1. Langit Tampak Berkabut atau Buram
Udara yang kotor sering terlihat dari langit yang tampak buram atau berkabut meski cuaca sedang cerah. Kabut asap, partikel debu, dan sisa pembakaran dapat menghalangi pandangan sehingga objek jauh tampak samar.
2. Bau Tidak Sedap
Udara tercemar biasanya memiliki bau yang langsung terasa berbeda dari biasanya. Aroma asap kendaraan, bau bahan kimia menyengat, plastik terbakar, atau bau busuk yang bertahan lama dapat menjadi tanda meningkatnya kadar polutan.
3. Muncul Gangguan Pernapasan
Polusi udara dapat memengaruhi sistem pernapasan dalam waktu singkat maupun jangka panjang. Menurut laman Minnesota Pollution Control Agency, gejala awal biasanya ditandai dengan batuk, tenggorokan gatal, atau dada terasa sesak. Paparan polutan juga dapat memperburuk penyakit seperti asma, bronkitis kronis, dan emfisema. Bahkan, polusi tinggi meningkatkan risiko masalah jantung, tekanan darah tinggi, hingga stroke.
4. Sakit Kepala atau Pusing Berkepanjangan
Gas beracun seperti karbon monoksida dapat memicu gejala seperti pusing, lelah, dan sakit kepala tiba-tiba. Mengutip laman County of Los Angles Public Health, ketika karbon monoksida terhidup, gas ini mengikat hemoglobin yaitu zat yang bertugas membawa oksigen ke seluruh tubuh. Akibatnya, aliran oksigen menjadi terhambat dan memicu berbagai gejala tersebut.
5. Mata Mudah Perih atau Iritasi Kulit
Udara yang mengandung partikel kecil seperti debu halus, serbuk sari, dan sisa pembakaran dapat menyebabkan mata berair atau perih. Sementara pada kulit, polusi dapat menimbulkan gatal, kering, atau muncul ruam ringan.
6. Suhu Terasa Panas
Polusi udara dapat meningkatkan suhu panas melalui beberapa mekanisme. Menurut laman World Resources Institute, panas dapat mempercepat pelepasan polutan dan gas rumah kaca ke atmosfer. Selain itu, polutan seperti volatile organic compounds (VOC), termasuk metana dan emisi NOx dari kendaraan dan industri turut mempercepat reaksi yang menghasilkan ozon di permukaan tanah. Akumulasi ozon dan polutan inilah yang membuat udara terasa lebih panas dan pengap.
7. Contoh Polutan yang Umum Ditemukan di Udara
Menurut laman Sustainability Directory, beberapa polutan yang sering mencemari udara antara lain:
Karbon Monoksida (CO): berasal dari pembakaran tidak sempurna, berbahaya karena mengurangi suplai oksigen ke tubuh.
Sulfur Dioksida (SO₂): banyak dihasilkan oleh pembangkit listrik dan industri, dapat memicu masalah pernapasan dan hujan asam.
Nitrogen Oksida (NOx): berasal dari kendaraan dan mesin berbahan bakar, berkontribusi terhadap kabut asap serta gangguan pernapasan.
Senyawa Organik Volatil (VOC): keluar dari cat, pelarut, bensin, dan proses alami tanaman, dapat memicu pembentukan ozon permukaan tanah.
Timbal (Pb): berasal dari aktivitas peleburan logam atau pabrik baterai, dapat memengaruhi saraf dan memicu gejala seperti kelelahan, kehilangan nafsu makan, dan sakit kepala.
Baca Juga: 8 Tips Mengurangi Debu di Area Perkotaan agar Tetap Bersih, Sehat, dan Nyaman
(SA)
