Ciri Hewan Berdarah Dingin yang Suhu Tubuhnya Dipengaruhi Lingkungan

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Hewan berdarah dingin adalah hewan yang tidak mampu mengatur suhu tubuhnya sendiri. Suhu mereka sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan karena tidak dapat menghasilkan panas dari dalam tubuh. Oleh sebab itu, hewan berdarah dingin sering berpindah ke tempat yang lebih hangat atau lebih sejuk untuk menyesuaikan suhu tubuhnya. Artikel ini akan mengulas ciri-ciri hewan berdarah dingin dan beberapa contoh hewannya secara lengkap.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
1. Suhu Tubuh Dipengaruhi oleh Lingkungan
Suhu tubuh hewan berdarah dingin dikendalikan oleh lingkungan di sekitarnya. Merujuk laman Microbe Notes, suhu tubuh mereka berfluktuasi ketika berpindah ke lingkungan dengan suhu yang berbeda. Karena tidak memiliki mekanisme internal untuk menjaga suhu tubuh secara konstan, mereka umumnya tidak dapat bertahan dalam kondisi ekstrem.
2. Aktivitas Tubuh Sesuai Suhu
Hewan berdarah dingin mempunyai kebutuhan energi yang lebih rendah dibandingkan hewan berdarah panas. Saat suhu turun, mereka sering kali mengurangi aktivitasnya untuk menghemat energi. Sebaliknya, ketika lingkungan hangat, mereka akan lebih aktif untuk mencari makanan, bergerak, atau berkembang biak.
3. Tidak Menghasilkan Panas Tubuh Sendiri
Menurut laman A-Z Animals, hewan berdarah dingin tidak bisa menghasilkan panas tubuh sendiri. Mereka bergantung pada sumber panas eksternal seperti sinar matahari atau air. Jika suhu lingkungan terlalu tinggi, mereka akan mencari tempat teduh, berenang di air, atau bersembunyi di bawah batu atau tanah untuk mendinginkan diri. Kondisi ini dikenal sebagai ektoterm.
4. Memiliki Metabolisme Lebih Lambat
Berdasakan penjelasan laman International Fund for Animal Welfare, karena bergantung pada sumber panas eksternal, metabolisme hewan berdarah dingin lebih lambat dibanding hewan berdarah panas. Beberapa spesies, seperti ular, kadal, dan serangga, bahkan memperlambat metabolisme mereka selama musim dingin. Mereka memasuki keadaan dormansi, mirip dengan hibernasi. Hal ini memungkinkan mereka bertahan hidup meski tidak aktif mencari makanan.
5. Strategi Kelangsungan Hidup
Hewan berdarah dingin mengembangkan berbagai adaptasi agar tetap bertahan hidup. Strategi ini biasanya tergantung pada habitat, preferensi makanan, dan kondisi lingkungan. Beberapa strategi utama menurut laman Wildlife Nomads, antara lain:
Brumasi: Seperti hibernasi, tetapi khusus untuk reptil dan amfibi. Hewan seperti ular, kadal, dan kura-kura memasuki dormansi selama periode dingin, yang bisa berlangsung beberapa minggu hingga beberapa bulan.
Estivasi: Fase istirahat di musim panas untuk menghindari panas berlebihan atau kekurangan air.
Basking: Berjemur di bawah sinar matahari untuk menghangatkan tubuh.
Mencari perlindungan: Bersembunyi di bawah batu, pohon, atau lubang tanah untuk menghindari kondisi ekstrem.
6. Contoh Hewan Berdarah Dingin
Berikut ini adalah beberapa contoh hewan berdarah dingin:
Reptil: ular, kadal, buaya, iguana, kura-kura.
Amfibi: katak, kodok, salamander.
Ikan: ikan mas, hiu, salmon, dan sebagian besar ikan lainnya.
Serangga dan invertebrata: kepiting, udang, jangkrik, laba-laba, dan berbagai serangga.
Baca Juga: Apa Itu Bioluminesensi? Ini Pengertian, Jenis, dan Fungsinya pada Makhluk Hidup
(SA)
