Konten dari Pengguna

Faktor yang Mempercepat Korosi Logam dalam Kehidupan Sehari Hari

Hendro Ari Gunawan

Hendro Ari Gunawan

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi logam yang mengalami korosi. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi logam yang mengalami korosi. Foto: Unsplash

Korosi dapat diartikan sebagai proses degradasi material, terutama logam, akibat reaksi kimia dengan lingkungan sekitarnya. Fenomena ini menyebabkan logam mengalami kerusakan seiring waktu. Ada berbagai faktor yang dapat mempercepat korosi di suatu material. Simak penjelasan lengkap di artikel ini mengenai berbagai hal yang memengaruhi laju korosi menurut laman Solubility of Things dan Corrosionpedia.

Daftar isi

1. Kondisi Lingkungan

Lingkungan sekitar memiliki peran besar dalam menentukan cepat atau lambatnya proses korosi. Faktor-faktor seperti suhu, kelembapan, dan keberadaan elektrolit sangat memengaruhi laju terjadinya karat. Misalnya, suhu yang tinggi dapat mempercepat reaksi kimia pada logam. Begitu pula dengan lingkungan yang lembap atau mengandung uap air bercampur garam laut, asam sulfat, dan polutan lainnya, kondisi ini menciptakan elektrolit agresif yang mempercepat korosi.

2. Komposisi Material

Setiap jenis logam memiliki sifat yang berbeda, sehingga tingkat ketahanannya terhadap korosi pun bervariasi. Faktor seperti potensial elektroda, unsur paduan, serta mikrostruktur logam berpengaruh besar terhadap respons logam terhadap lingkungan.

3. Konsentrasi Oksigen

Oksigen merupakan elemen penting dalam reaksi elektrokimia yang menyebabkan karat atau korosi. Ketersediaannya di lingkungan sangat menentukan laju korosi. Pada lingkungan terbuka yang kaya oksigen, proses korosi berlangsung cepat. Namun di lingkungan terendam dengan kadar oksigen rendah, reaksi korosi mungkin berjalan lambat.

4. Tingkat pH

Tingkat pH menentukan ukuran keasaman atau kebasaan suatu larutan. Nilai pH yang rendah atau lingkungan asam umumnya mempercepat proses korosi karena banyaknya ion hidrogen dibandingkan ion hidroksil dalam larutan. Sebaliknya, lingkungan basa atau netral cenderung lebih stabil dan memperlambat reaksi korosi.

5. Keberadaan Ion dalam Larutan

Korosi memerlukan media konduktif agar reaksi elektrokimia dapat berlangsung. Semakin tinggi jumlah ion dalam larutan, semakin cepat laju korosi. Air laut, yang kaya akan ion klorida, jauh lebih korosif dibandingkan air tawar. Sebaliknya, air murni memiliki konduktivitas rendah sehingga korosi berlangsung lambat. Selain itu, keberadaan kontaminan seperti logam berat atau bahan organik juga dapat mempercepat proses korosi.

6. Kondisi Permukaan Logam

Bentuk dan kondisi permukaan logam sangat berpengaruh terhadap kecepatan korosi. Permukaan kasar memiliki area kontak lebih luas dengan udara atau air, sehingga reaksi oksidasi berlangsung lebih cepat. Sementara itu, permukaan yang halus, dipoles, atau dilapisi cat pelindung dapat mengurangi paparan langsung dengan lingkungan, sehingga korosi berjalan lebih lambat.

7. Keberadaan Polutan

Polutan udara juga menjadi faktor penting yang mempercepat korosi. Gas seperti sulfur dioksida (SO₂) dan nitrogen oksida (NOₓ), yang berasal dari pembakaran bahan bakar fosil dianggap sebagai polutan berbahaya penyebab korosi. Polutan tersebut dapat bereaksi dengan uap air membentuk hujan asam. Zat asam ini kemudian mempercepat korosi pada logam yang terpapar lingkungan luar.

Baca Juga: Ciri-Ciri Hujan Asam dan Dampaknya pada Lingkungan

(SA)