Flora dan Fauna di Pulau Sumatera yang Perlu Dilestarikan

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pulau Sumatera merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang menyimpan kekayaan hayati sangat melimpah. Flora dan fauna di Pulau Sumatera begitu bervariasi berkat ekosistemnya yang beragam. Pulau ini menjadi habitat bagi banyak spesies khas yang tidak ditemukan di tempat lain. Untuk mengenalnya lebih jauh, simak pembahasan lengkap mengenai flora dan fauna yang hidup di Pulau Sumatera di artikel berikut.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
1. Flora di Pulau Sumatera
Menurut buku Seri Ensiklopedia untuk Anak Indonesia: Indahnya Pulau Sumatra karya Slamet Riyanto dan Hamlain, vegetasi di pulau ini meliputi palem, oak, kastanye, kayu hitam, kayu ulin, kayu kamper, kayu cendana, hingga tanaman penghasil karet. Selain itu, Sumatera juga memiliki sejumlah flora unik yang menarik perhatian, di antaranya:
Anggrek Tien Soeharto atau Anggrek Hartinah (Cymbidium Hartinahianum).
Bunga Bangkai atau Suweg (Amorphophallus Titanum).
Bunga Kenanga (Cananga Odorata), satu suku dengan buah sirsak dan srikaya.
Daun Sang.
Kantong Semar (Nepenthes sp).
2. Fauna di Pulau Sumatera
Satwa di Sumatera dikenal sangat beragam. Pulau ini menjadi habitat bagi orangutan, gajah, tapir, harimau, badak Sumatera bercula dua, siamang, owa, lemur terbang, babi hutan, hingga musang. Mengutip laman Animalia – Online Animal Encyclopedia, berikut beberapa fauna khas Sumatera:
Beo Nias di Sumatera Utara (Gracula religiosa robusta).
Harimau Sumatera (Panthera trigis sondaica).
Monyet Kedih (Presbytis Thomasi atau nama umum yang lebih dikenal yaitu Thomas Leaf Monkey).
Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus).
Orangutan Sumatera (Pongo abelii).
Kelinci Sumatera (Nesolagus netscheri).
Siamang Gibbons (Symphalangus syndactylus).
Tupai terbang Sumatra (Hylopetes winstoni).
Sejumlah burung endemik, seperti Kuau Raja (Argusianus argus), Pitta Schneider (Pitta schneideri), dan Ciung Mungkal Sumatera atau Sumatran Cochoa (Cochoa beccarii).
3. Upaya Konservasi dan Pelestarian Flora dan Fauna di Pulau Sumatera
Untuk menjaga kekayaan hayati Sumatera, pemerintah bersama lembaga konservasi melakukan berbagai langkah. Salah satunya adalah pendirian taman nasional, termasuk tiga yang ditetapkan UNESCO sebagai Situs Warisan Dunia Warisan Hutan Hujan Tropis Sumatra (Tropical Rainforest Heritage of Sumatra World Heritage Site), yaitu:
Taman Nasional Gunung Leuser
Taman Nasional Kerinci Seblat
Taman Nasional Bukit Barisan Selatan
Ketiga taman nasional ini menjadi pusat konservasi terbesar untuk melindungi flora dan fauna Sumatera yang khas. Mengutip UNESCO World Heritage Center, diperkirakan terdapat sekitar 10.000 spesies tumbuhan, 580 spesies burung, dan lebih dari 200 spesies mamalia yang hidup di kawasan ini. Dari jumlah tersebut, terdapat 15 spesies mamalia endemik yang hanya ada di Indonesia, salah satunya adalah Orangutan Sumatera.
Baca Juga: Sejarah Candi Borobudur, Monumen Buddha Terbesar di Dunia
(SA)
