Fungsi Keping Darah dalam Tubuh Manusia dan Karakteristiknya

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Keping darah atau trombosit adalah fragmen sel yang dihasilkan oleh sel besar dalam sumsum tulang. Fungsi keping darah yang utama adalah membantu proses pembekuan darah sehingga sangat penting untuk menghentikan pendarahan saat tubuh mengalami luka. Untuk memahami peran trombosit dalam tubuh manusia lebih lengkap, simak uraian yang disajikan pada uraian di bawah ini.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
1. Menghentikan Pendarahan
Saat terjadi luka, trombosit segera bergerak menuju area yang rusak untuk menutup pembuluh darah. Mereka membentuk gumpalan sementara yang berfungsi menyumbat aliran darah agar pendarahan cepat berhenti. Proses ini dikenal dengan istilah hemostasis. Mengutip laman Cleveland Clinic, tahapan kerja trombosit meliputi:
Adhesi: Trombosit menempel pada dinding pembuluh darah yang rusak. Setelah menempel, mereka mengirim sinyal kimia untuk menarik lebih banyak trombosit.
Aktivasi: Trombosit berubah bentuk dan melepaskan zat kimia yang mempersempit pembuluh darah serta menarik trombosit tambahan.
Agregasi: Trombosit yang datang kemudian saling menempel, lalu membentuk sumbatan sementara yang menutup retakan di dinding pembuluh darah.
Koagolasi: Terbentuknya fibrin terjadi melalui proses kaskade koagulasi. Enzim trombokinase mengubah protrombin menjadi trombin (protein) dengan bantuan vitamin K dan ion kalsium. Selanjutnya, trombin mengubah fibrinogen menjadi fibrin berupa benang-benang halus yang menyebar di antara sel darah hingga luka tertutup rapat.
2. Membantu Proses Perbaikan Jaringan
Selain menghentikan pendarahan, keping darah juga mencegah luka melebar dengan cara memicu pembekuan darah atau koagulasi. Dengan menutup pembuluh darah terbuka, trombosit mencegah kehilangan darah berlebih sekaligus mendukung proses perbaikan jaringan.
3. Karakteristik Umum Keping Darah
Berdasarkan laman University of Rochester Medical Center, keping darah memiliki sejumlah karakteristik antara lain:
Diproduksi di sumsum tulang oleh sel megakariosit.
Berumur sekitar 8–10 hari.
Jumlah normalnya berkisar 150.000–450.000 per milimeter kubik darah.
Berbentuk fragmen sel kecil, tidak berwarna, dan tidak berinti.
Dalam kondisi tidak aktif berbentuk lempeng kecil, namun saat aktif trombosit memanjangkan filamen seperti kaki laba-laba untuk mempermudah proses penggumpalan.
4. Gangguan Umum pada Keping Darah
Menurut laman Very Well Health, sebagian besar gangguan trombosit biasanya disebabkan oleh jumlah yang terlalu rendah atau terlalu tinggi. Berikut jenis gangguan yang umum terjadi:
Trombositopenia (jumlah rendah): Kondisi ini terjadi ketika sumsum tulang memproduksi terlalu sedikit trombosi, membuat tubuh mudah memar dan sulit menghentikan pendarahan. Penyebabnya antara lain infeksi virus, kanker, konsumsi alkohol berlebih, obat kemoterapi, perawatan radiasi, kehamilan, atau kondisi autoimun.
Trombositosis (jumlah tinggi): Terjadi saat sumsum tulang memproduksi terlalu banyak trombosit. Kondisi ini dapat dipicu oleh gangguan sumsum tulang primer, peradangan kronis, anemia defisiensi besi, pengangkatan limpa, hingga kanker.
Baca Juga: Fungsi Rektum dalam Sistem Pencernaan yang Perlu Diketahui
(SA)
