Konten dari Pengguna

Fungsi Plastida dalam Proses Kehidupan Tumbuhan

Hendro Ari Gunawan

Hendro Ari Gunawan

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi tumbuhan. foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi tumbuhan. foto: Unsplash

Plastida merupakan organel yang hanya ditemukan pada sel tumbuhan. Fungsi plastida sangat penting karena terlibat dalam berbagai proses vital, mulai dari fotosintesis, penyimpanan pigmen, hingga sintesis nutrisi. Menariknya, plastida dapat berdiferensiasi menjadi berbagai jenis sesuai dengan fungsinya. Simak uraian berikut mengenai beragam peran plastida bagi tumbuhan.

Daftar isi

1. Memberi Pigmen pada Tumbuhan

Plastida ada yang mengandung pigmen dan ada pula yang tidak. Mengutip buku Botani Farmasi karya Endang Kartini Ariati Murwani dan Siti Jazimah Iswarin, beberapa jenis plastida yang berpigmen antara lain:

  • Kromoplas: plastida yang mengandung karotenoid, berwarna merah atau oranye. Contohnya pada wortel, tomat, dan cabai.

  • Kloroplas: plastida berpigmen hijau karena mengandung klorofil. Banyak ditemukan pada sel tumbuhan dan alga.

  • Phaeoplas: plastida yang mengandung pigmen fikosantin berwarna cokelat. Berfungsi menyerap cahaya, misalnya pada ganggang cokelat, Diatomae, dan Dinoflagellata.

2. Membentuk atau Menyimpan Cadangan Makanan

Plastida yang tidak memiliki pigmen disebut leukoplas. Organel ini biasanya ditemukan pada bagian tumbuhan yang tidak terpapar sinar matahari, seperti akar, daun muda, dan biji. Fungsinya untuk membentuk atau menyimpan cadangan makanan, seperti:

  • Elaioplas: menyimpan lemak dan minyak, banyak terdapat pada biji monokotil dan dikotil.

  • Amiloplas: menyimpan amilum atau pati, umumnya ditemukan pada akar dan umbi.

  • Proteionoplas: menyimpan protein, biasanya terdapat pada biji.

3. Berperan dalam Fotosintesis

Kloroplas merupakan jenis plastida paling terkenal karena berperan dalam fotosintesis. Melalui fotosintesis, kloroplas menangkap energi cahaya matahari dan mengubahnya menjadi energi kimia berupa glukosa, yang menjadi sumber energi utama bagi tumbuhan.

4. Membantu Proses Sintesis Nutrisi

Plastida berperan dalam sintesis berbagai senyawa penting, termasuk asam amino, asam lemak, dan hormon. Senyawa-senyawa ini sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan.

5. Mendukung Pertahanan Tumbuhan

Plastida juga berperan dalam mekanisme pertahanan dengan menghasilkan metabolit sekunder, seperti fitokimia dan antioksidan. Senyawa ini membantu melindungi tumbuhan dari stres lingkungan maupun serangan patogen.

6. Memfasilitasi Komunikasi Antar Sel

Plastida juga terlibat dalam jalur pensinyalan antar sel. Organel ini menghasilkan molekul pensinyalan yang memengaruhi berbagai proses, mulai dari pertumbuhan, perkembangan, hingga respons terhadap rangsangan lingkungan.

7. Pewarisan Plastida pada Tumbuhan

Dalam laman Geeks For Geeks disebutkan, plastida memiliki DNA sendiri sehingga dapat diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Selama pembelahan sel, plastida ikut terbagi ke dalam sel anak. Pada tumbuhan berbiji tertutup (Angiospermae), plastida umumnya diwariskan dari induk betina melalui ovul selama fertilisasi. Sedangkan pada banyak tumbuhan berbiji terbuka (Gymnospermae), pewarisan plastida lebih sering berasal dari jantan melalui serbuk sari.

Baca Juga: Cara Tumbuhan Melindungi Diri dengan Pertahanan Fisik dan Kimia

(SA)