Konten dari Pengguna

Hubungan Predator dan Mangsa: Pengertian, Karakteristik, dan Fungsinya

Hendro Ari Gunawan

Hendro Ari Gunawan

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi hubungan predator dan mangsa di alam. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi hubungan predator dan mangsa di alam. Foto: Pexels

Hubungan predator dan mangsa merupakan salah satu bentuk interaksi ekologis yang paling umum terjadi di alam. Interaksi ini dikenal dengan istilah predasi, yaitu hubungan antara organisme pemangsa dan organisme yang dimangsa. Predasi memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem, karena tanpa keberadaan mangsa, predator tidak akan mampu bertahan hidup. Untuk memahami lebih jauh tentang pengertian, karakteristik, fungsi, dan contoh predasi, berikut pembahasan lengkapnya.

Daftar isi

1. Mengenal Hubungan Predator dan Mangsa

Hubungan predator dan mangsa (predasi) adalah interaksi antara satu organisme yang memakan organisme lain sebagai sumber energi dan nutrisi. Organisme yang memakan disebut sebagai predator, sementara organisme yang dimakan disebut mangsa. Dalam hubungan ini, predator memperoleh keuntungan berupa energi untuk bertahan hidup, sementara mangsa mengalami kerugian karena menjadi sumber makanan bagi predator.

2. Karakteristik Hubungan Predator dan Mangsa

Berdasarkan Buku Ajar Pengantar Ilmu Lingkungan karya Jarot Digdo Ismoyo dkk., interaksi predasi memiliki beberapa ciri-ciri utama sebagai berikut:

  • Menguntungkan bagi predator karena dapat memenuhi kebutuhan energi dan nutrisinya.

  • Merugikan bagi mangsa, yang umumnya berakhir dengan kematian untuk dijadikan makanan.

  • Memengaruhi dinamika populasi predator dan mangsa dalam suatu ekosistem.

  • Predator dapat melakukan serangan secara aktif dengan mengejar dan menangkap mangsa, atau secara pasif dengan menunggu mangsa mendekat sebelum menyerang secara tiba-tiba.

  • Memicu adaptasi pada kedua pihak, seperti kamuflase, kecepatan, racun, serta kemampuan indra penciuman, penglihatan, dan pendengaran yang lebih tajam.

3. Fungsi Hubungan Predator dan Mangsa

Menurut Nur Tasmiah Sirajuddin dkk., dalam bukunya yang berjudul Biologi Ekologi: Interaksi Organisme dan Lingkungannya, hubungan predator dan mangsa memiliki beberapa fungsi penting di alam, antara lain:

  • Menjaga keseimbangan ekosistem.

  • Mengontrol populasi mangsa dan mencegah terjadinya ledakan populasi suatu spesies.

  • Mendorong evolusi adaptasi antara predator dan mangsa, seperti kecepatan, kamuflase, indra penciuman, penglihatan, pendengaran yang baik, duri, serta racun sebagai alat pertahanan diri.

  • Menyeleksi individu mangsa yang lemah atau sakit dalam suatu populasi.

  • Meningkatkan biodiversitas atau keanekaragaman hayati dengan mengatur dominasi spesies tertentu.

4. Contoh Hubungan Predator dan Mangsa di Alam

Merujuk laman Biology Dictionary, terdapat berbagai contoh hubungan predator dan mangsa yang dapat ditemukan di alam, di antaranya:

  • Interaksi antara singa yang memangsa kijang atau rusa di alam.

  • Burung hantu yang memangsa tikus di sawah.

  • Ikan predator seperti hiu dan tuna yang memangsa ikan kecil, krustasea, dan plankton.

  • Laba-laba yang menangkap serangga menggunakan jaring lengket.

  • Predator alami di pertanian yang membantu mengendalikan populasi serangga, sehingga mengurangi penggunaan pestisida kimia.

  • Parasit yang memanfaatkan organisme inang sebagai sumber makanan, meskipun tidak selalu menyebabkan kematian inang.

  • Hewan herbivora seperti sapi dan kambing yang memakan tumbuhan.

  • Tumbuhan Venus flytrap menjebak serangga menggunakan daunnya yang peka terhadap sentuhan dan mengeluarkan zat penarik mangsa.

Baca Juga: 5 Hewan dengan Ekolokasi, Mampu Melihat dalam Kondisi Gelap

(SA)