Konten dari Pengguna

Ikan yang Bagus untuk MPASI: Pilihan Terbaik dan Cara Mengolahnya

Hendro Ari Gunawan

Hendro Ari Gunawan

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi ikan yang bagus untuk MPASI. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ikan yang bagus untuk MPASI. Foto: Pexels

Memilih ikan yang bagus untuk MPASI (Makanan Pendamping ASI) adalah langkah penting dalam memberikan nutrisi terbaik bagi si kecil. Ikan sendiri merupakan salah satu makanan kaya nutrisi, terutama asam lemak omega-3, yang sangat penting untuk perkembangan otak dan mata bayi. Berikut beberapa jenis ikan yang bagus untuk dijadikan MPASI.

Daftar isi

1. Ikan Salmon untuk Pertumbuhan Otak dan Saraf

Ikan salmon sering disebut sebagai superfood untuk bayi. Ikan ini kaya akan asam lemak omega-3, vitamin D, dan protein. Merujuk Healthline, salmon memiliki kandungan DHA yang sangat tinggi, krusial untuk perkembangan otak dan sistem saraf bayi. Teksturnya yang lembut juga mudah dicerna oleh sistem pencernaan bayi yang masih sensitif.

2. Ikan Gabus untuk Tingkatkan Daya Tahan Tubuh

Ikan gabus dikenal memiliki kandungan albumin yang sangat tinggi. Dikutip dari Food and Agriculture Organization (FAO), albumin adalah protein penting yang berfungsi untuk menjaga cairan dalam darah, mempercepat penyembuhan luka, dan meningkatkan daya tahan tubuh. Ini sangat bermanfaat bagi bayi yang sedang dalam masa pertumbuhan.

3. Ikan Lele untuk Penuhi Nutrisi Harian

Di Indonesia, ikan lele mudah ditemukan dan harganya terjangkau. Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), lele adalah sumber protein, kalsium, dan fosfor yang sangat baik. Ikan ini juga mengandung asam lemak omega-3, meskipun tidak sebanyak salmon.

4. Ikan Kembung untuk Perkembangan Mata

Menurut data dari Tabel Komposisi Pangan Indonesia (TKPI), dalam 100 gram ikan kembung mentah terdapat 18,6 gram protein, 13,9 gram lemak, dan 2,6 gram DHA. Kandungan DHA-nya yang tinggi ini sangat krusial untuk perkembangan mata bayi. Selain itu, ikan kembung juga mengandung 12 mg kalsium dan 1,6 mg zat besi.

5. Ikan Mas untuk Mencegah Anemia

Ikan mas juga bisa menjadi pilihan MPASI yang baik karena mengandung protein, lemak, serta zat besinya. Ikan ini mampu mencegah anemia pada bayi. Meskipun kandungan DHA-nya tidak sebanyak ikan kembung, ikan mas tetap menjadi sumber protein dan mineral yang berharga.

6. Ikan Bandeng untuk Meningkatkan Fokus

Ikan bandeng kaya akan protein, lemak, DHA, zat besi, serta omega-3. Menurut National Institutes of Health (NIH), memberikan ikan bandeng sebagai bagian dari MPASI bisa jadi salah satu cara untuk meningkatkan fokus bayi saat ia sedang bermain.

7. Cara Mengolah Ikan untuk Menu MPASI

Pengolahan ikan untuk bayi memerlukan perhatian khusus agar aman dan mudah dicerna. Berikut panduannya dari My Little Eater:

  • Usia 6-8 bulan: Kukus ikan hingga empuk, haluskan dengan blender, saring untuk menghilangkan duri kecil.

  • Usia 8-10 bulan: Potong ikan menjadi potongan kecil, pastikan tidak ada duri, campurkan dengan sayuran.

  • Usia 10-12 bulan: Berikan dalam bentuk finger food yang mudah digenggam, tetap awasi saat makan.

Pastikan ikan diolah dengan cara dikukus, direbus, atau dipanggang tanpa minyak berlebih. Hindari menggoreng ikan karena dapat mengurangi kandungan nutrisi dan menambah lemak jenuh. Selain itu, jangan tambahkan garam agar tidak mengganggu sistem pencernaan bayi.

8. Tanda-Tanda Bayi Alergi Ikan yang Perlu Diwaspadai

SR Nutrition menjelaskan bahwa ikan adalah salah satu makanan paling bergizi untuk bayi dan balita. Namun, pemilihan jenis dan cara pengolahan yang tepat menjadi kunci keamanannya. Itu karena beberapa bayi dapat mengalami alergi terhadap ikan, seperti:

  • Reaksi kulit: Ruam merah, gatal-gatal, atau bengkak di area mulut dan wajah.

  • Gangguan pencernaan: Muntah, diare, atau sakit perut setelah mengonsumsi ikan.

  • Gangguan pernapasan: Batuk, bersin, atau kesulitan bernapas.

  • Rewel berlebihan: Bayi menjadi tidak nyaman atau menangis terus setelah makan ikan.

Jika bayi mengalami tanda-tanda di atas, segera hentikan pemberian ikan, catat jenis ikan yang diberikan, dan konsultasi dengan dokter anak.

Baca juga: Jadwal MPASI Bayi 6 Bulan yang Ideal agar Mendapat Nutrisi Seimbang

(NDA)