Konten dari Pengguna

Jamur Berkembang Biak dengan Cara Apa? Ini Penjelasannya

Hendro Ari Gunawan

Hendro Ari Gunawan

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi perkembanbiakan jamur. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi perkembanbiakan jamur. Foto: Unsplash

Jamur berkembang biak dengan cara seksual dan aseksual, tergantung pada spesiesnya. Kedua cara ini sama-sama menghasilkan spora yang dapat menyebar jauh dari organisme induk, biasanya terbawa oleh angin, air, ataupun menumpang pada hewan. Untuk memahami lebih jelas, berikut penjelasan lengkap mengenai cara jamur berkembang biak.

Daftar isi

1. Reproduksi Aseksual pada jamur

Reproduksi aseksual umumnya berlangsung lebih cepat dan dapat terjadi berulang-ulang dalam satu musim. Dalam buku berjudul Panduan Lengkap Jamur karya Achmad dkk, ada beberapa bentuk reproduksi aseksual pada jamur:

  • Fragmentasi: Individu baru terbentuk dari potongan miselium yang terpisah. Setiap segmen yang jatuh di media yang sesuai dapat tumbuh menjadi jamur baru.

  • Spora aseksual: Tiap spora baru akan berkecambah membentuk tabung kecambah yang tumbuh menjadi miselium. Spora yang dihasilkan disebut mitospora.

  • Pembelahan (fission): Terjadi pembelahan dari dari sel-sel somatik menjadi sel-sel anakan.

  • Penguncupan (budding): Inti anak bermigrasi ke dalam kuncup, lalu berkembang menjadi individu baru.

2. Reproduksi Seksual pada Jamur

Reproduksi seksual melibatkan pembentukan spora dan peleburan gamet (sel kelamin jantan dan betina). Meskipun prosesnya lebih lambat, proses ini menghasilkan keturunan dengan keragaman genetik yang lebih tinggi, Berdasarkan Fitopatologi: Ilmu Penyakit Tumbuhan karya Ika Rochdjatun Sastrahidayat, proses ini terdiri dari tiga tahap:

  • Plasmogami: penggabungan dua protoplas yang menyebabkan dua inti saling berdekatan dalam sel yang sama, sehingga diperoleh dua inti haploid dalam satu sel.

  • Kariogami: penggabungan dua inti setelah plasmogami yang nantinya membentuk inti baru yang diploid.

  • Meiosis: pembelahan inti diploid menjadi inti haploid. Inti haploid ini kemudian membentuk spora seksual (meiospora).

4. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pemilihan Jenis Reproduksi pada Fungi

Jenis reproduksi jamur dapat bergantung pada kondisi tertentu. Faktor-faktor yang memengaruhinya antara lain seperti lingkungan tempat jamur tumbuh, ketersediaan nutrisi, kehadiran pasangan yang kompatibel, dan usia dan kesehatan miselium. Dalam situasi mendukung, jamur cenderung bereproduksi secara aseksual karena lebih cepat. Namun ketika kondisi menantang, jamur bisa beralih ke reproduksi seksual untuk menghasilkan keturunan yang lebih bervariasi.

5. Contoh Jenis Jamur dan Cara Berkembang Biaknya

Setiap kelompok jamur memiliki cara tersendiri dalam bereproduksi dan bertahan di berbagai kondisi lingkungan. Untuk memudahkan pemahaman, berikut beberapa contoh jamur serta cara perkembangbiakannya:

  • Ragi (Saccharomyces): Berkembang biak dengan cara tunas atau penguncupan (budding).

  • Jamur roti (Rhizopus): Dapat berkembang biak secara aseksual melalui sporangiospora, dan secara seksual melalui peleburan hifa.

  • Jamur Basidiomycota: Berkembang biak seksual dengan membentuk basidiospora di dalam badan.

  • Jamur Ascomycota: Bereproduksi secara seksual dengan menghasilkan askospora pada struktur khusus yang disebut askus.

Baca Juga: Fungsi Plastida dalam Proses Kehidupan Tumbuhan

(SA)