Konten dari Pengguna

Jumlah Tulang Rusuk Manusia dan Fungsinya bagi Tubuh

Hendro Ari Gunawan

Hendro Ari Gunawan

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi tulang rusuk manusia. Foot: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi tulang rusuk manusia. Foot: Unsplash

Tulang rusuk merupakan tulang panjang yang melengkung dan membentuk rongga dada. Fungsinya sangat penting dalam melindungi berbagai organ vital di dalam tubuh. Adapun jumlah tulang rusuk manusia sendiri ada 12 pasang atau 24 buah, dengan struktur yang saling melengkapi satu sama lain. Artikel ini akan membahas lebih mendalam mengenai struktur tulang rusuk serta peran pentingnya bagi tubuh manusia.

Daftar isi

1. Jumlah Tulang Rusuk Manusia

Menurut buku Ensiklopedi Anatomi Tubuh Manusia: Sistem Rangka dan Sistem Endokrin karya Ardian Pgs, tulang rusuk manusia berjumlah 12 pasang. Tulang ini berbentuk pipih dan terbagi menjadi tiga jenis, di antaranya:

  • 7 pasang tulang rusuk sejati (costae verae), tulang rusuk ini menempel pada tulang punggung dan tulang dada.

  • 3 pasang tulang rusuk palsu (costae spuriae), ujung tulang rusuk ini saling melekat pada tulang rusuk di atasnya.

  • 2 pasang tulang rusuk melayang (costae fluctuantes), tulang rusuk ini tidak menempel pada tulang dada maupun tulang rusuk di atasnya.

2. Fungsi Tulang Rusuk Manusia

Tulang rusuk atau iga memiliki peranan penting dalam tubuh manusia. Mengacu pada buku berjudul Ilmu Faal Dasar (Fisiologi) karya Tedi Purbangkara dan Febi Kurniawan, beberapa fungsi utama tulang rusuk antara lain:

  • Melindungi organ vital di rongga dada, seperti jantung, paru-paru, dan hati.

  • Membantu proses pernapasan dengan memungkinkan dada mengembang dan mengempis.

  • Menjadi tempat melekatnya otot-otot pernapasan dan gerakan tubuh bagian atas.

  • Menopang struktur tubuh dan menjaga postur agar tetap stabil.

3. Penyebab Cedera Tulang Rusuk

Meskipun strukturnya kokoh, tulang rusuk tetap berisiko mengalami cedera. Beberapa cedera ringan biasanya dapat sembuh dengan sendirinya melalui istirahat atau bantuan obat-obataan. Namun, ada juga cedera yang membutuhkan penanganan medis serius, bahkan hingga tindakan pembedahan. Penyebab cedera tulang rusuk yang paling umum meliputi jatuh, terbentur benda keras, kecelakaan kendaraan, atau benturan saat berolahraga.

4. Gejala Adanya Masalah pada Tulang Rusuk

Mengutip laman Cleveland Clinic, ada beberapa tanda yang dapat menunjukkan adanya masalah pada tulang rusuk, seperti:

  • Nyeri dada: biasanya terasa lebih parah saat batuk, menarik napas dalam, atau saat tulang rusuk bergerak. Rasa nyeri ini berbeda dengan nyeri akibat gangguan jantung yang umumnya terasa seperti diremas atau ditekan berat.

  • Kelainan bentuk (deformitas) terlihat: cedera atau kelainan bawaan dapat membuat tulang rusuk tampak tidak pada tempatnya.

Jika gejala tersebut muncul, dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut menggunakan tes pencitraan, seperti rontgen dada, USG, CT scan, MRI, atau DXA (Dual X-ray Absorptiometry) scan untuk memastikan kondisi tulang.

Baca Juga: Sistem Pernapasan pada Tumbuhan: Organ, Proses, dan Faktor yang Mempengaruh

(SA)