Konten dari Pengguna

Kenapa Indonesia Tidak Ada Salju? Ini Penjelasannya

Hendro Ari Gunawan

Hendro Ari Gunawan

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi salju. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi salju. Foto: Pexels

Indonesia dikenal sebagai negara tropis dengan sinar matahari yang melimpah sepanjang tahun. Maka dari itu, tak heran ketika melihat fenomena salju di luar negeri, banyak orang penasaran kenapa di Indonesia tidak ada salju? Untuk memahami alasan ilmiahnya, simak beberapa faktor yang memengaruhi, mulai dari letak geografis hingga kondisi iklim di Indonesia pada uraian di bawah ini.

Daftar isi

1. Letak Geografis Indonesia di Garis Khatulistiwa

Alasan utama Indonesia tidak pernah turun salju adalah karena letak geografisnya berada di sekitar garis khatulistiwa. Secara astronomis, Indonesia terletak di antara 6° Lintang Utara (LU) hingga 11° Lintang Selatan (LS). Posisi ini menunjukkan bahwa Indonesia berada sangat dekat dengan garis khatulistiwa.

Mengutip laman National Ocean Service, garis lintang adalah garis khayal yang membagi Bumi menjadi belahan utara dan selatan. Sementara itu, khatulistiwa didefinisikan sebagai garis lintang 0°. Daerah yang berada di sekitar garis ini menerima pancaran sinar matahari paling banyak, sehingga cenderung memiliki suhu yang hangat dan lembap sepanjang tahun.

Akibatnya, suhu udara di Indonesia terlalu hangat untuk terbentuknya salju, sebab proses pembentukan salju hanya dapat terjadi pada suhu di bawah 0°C.

2. Pengaruh Iklim Tropis

Faktor penting lainnya adalah iklim tropis yang mendominasi wilayah Indonesia. Iklim ini ditandai oleh suhu udara yang stabil, kelembapan tinggi, serta curah hujan yang besar sepanjang tahun. Sementara itu, untuk terbentuknya salju, suhu udara di awan dan di permukaan tanah harus cukup rendah agar uap air bisa membeku menjadi kristal es.

Di Indonesia sendiri, meskipun awan hujan terbentuk hampir setiap hari, suhu atmosfernya tidak pernah cukup dingin untuk mengubah uap air menjadi es. Presipitasi yang terjadi di Indonesia hanya berupa hujan air biasa, bukan butiran salju seperti di negara beriklim subtropis atau dingin.

3. Pengecualian Salju Turun di Puncak Jaya, Papua

Kendati demikian, bukan berarti seluruh wilayah Indonesia sama sekali tidak bisa mengalami salju. Di beberapa tempat di sekitar khatulistiwa, salju dapat turun jika terdapat pegunungan yang sangat tinggi, karena suhu di ketinggian bisa jauh lebih dingin dibandingkan di permukaan.

Fenomena ini dapat dijumpai di Puncak Jaya (Carstensz Pyramid) yang terletak di Pegunungan Jayawijaya, Papua. Mengutip laman Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia, gunung ini memiliki ketinggian sekitar 4.884 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Pada ketinggian tersebut, suhu udara bisa turun hingga di bawah titik beku, sehingga memungkinkan terbentuknya salju abadi. Selain itu, Carstensz Pyramid termasuk dalam daftar Seven Summits, yaitu tujuh puncak tertinggi di masing-masing benua yang menjadi tujuan impian para pendaki dunia.

Baca Juga: Ciri-Ciri Daerah yang Rentan Kekeringan Ekstrem yang Perlu Diantisipasi

(SA)