Kesalahan Umum saat Mengganti Popok Bayi yang Perlu Dihindari

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mengganti popok adalah bagian penting dari perawatan bayi. Namun, beberapa kesalahan umum saat mengganti popok bayi masih sering dilakukan orang tua tanpa disadari. Berikut beberapa kesalahan yang perlu dihindari berdasarkan panduan dari laman Kidsstoppress dan Luvlap Store.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
1. Mengganti Popok di Permukaan yang Tidak Aman
Lakukan penggantian popok bayi di tempat berikut untuk menghindari risiko bayi terguling dan mengalami cedera.
Hindari mengganti popok di permukaan yang tidak stabil atau tinggi tanpa pengaman.
Gunakan meja ganti popok atau alas ganti popok khusus yang diletakkan di permukaan rata dan aman.
Jangan pernah tinggalkan bayi tanpa pengawasan saat mengganti popok.
2. Menggunakan Ukuran Popok yang Salah
Ukuran popok yang tidak sesuai bisa menyebabkan kebocoran dan membuat bayi tidak nyaman.
Pilih ukuran popok sesuai berat badan dan usia bayi.
Pastikan popok tidak terlalu ketat atau terlalu longgar.
Ganti ukuran seiring pertumbuhan bayi dan popok lama sudah tidak pas lagi.
3. Mengabaikan Kebersihan Tangan
Tangan yang tidak bersih bisa menjadi perantara penyebaran kuman dan penyakit. Pastikan selalu mencuci tangan sebelum dan sesudah mengganti popok dengan sabun. Kebersihan tangan yang tepat sangat penting untuk kesehatan bayi.
4. Terburu-buru Saat Mengganti Popok Bayi
Tergesa-gesa bisa menyebabkan pemasangan popok yang kurang tepat dan meningkatkan risiko lecet. Lakukan hal berikut:
Luangkan waktu saat mengganti popok, jangan terburu-buru.
Pastikan semua sisi popok terpasang dengan benar dan tidak terlalu kencang.
Periksa apakah ada bagian yang menjepit kulit bayi.
5. Salah dalam Menggunakan Tisu Basah
Tidak semua tisu basah cocok untuk kulit bayi. Beberapa mengandung bahan kimia yang dapat mengiritasi kulit sensitif bayi.
Gunakan tisu basah khusus bayi yang bebas alkohol dan pewangi.
Seka kulit dengan lembut, dari arah depan ke belakang agar tidak memindahkan kuman ke area genital.
Bila perlu, gunakan air hangat untuk pembersihan yang lebih maksimal.
6. Terlambat Mengganti Popok Kotor
Popok yang dibiarkan terlalu lama dapat menyebabkan ruam dan iritasi kulit, sehingga membuat bayi tidak nyaman.
Rutin ganti popok setiap beberapa jam.
Periksa popok bayi secara berkala, terutama setelah setiap kali menyusu.
Perhatikan tanda-tanda popok penuh atau bayi mulai tidak nyaman.
7. Tidak Menggunakan Krim Popok yang Cukup
Krim popok dapat membantu mencegah dan meredakan ruam. Jadi pastikan untuk menggunakannya secukupnya. Oleskan pada pantat bayi setiap kali mengganti popoknya, terutama jika ia mengalami ruam.
8. Tidak Membuang Popok Bekas dengan Benar
Setelah selesai mengganti popok bayi, pastikan untuk membuangnya dengan benar. Lakukan hal berikut ini.
Bungkus popok bekas dengan kantong plastik khusus sebelum dibuang.
Gunakan tempat sampah tertutup atau tempat sampah khusus popok.
Cuci tangan setelah membuang popok untuk mencegah penyebaran bakteri.
Baca Juga: 6 Tanda Bayi Alergi terhadap Popok yang Wajib Diketahui Orang Tua
(SA)
