Konten dari Pengguna

Lapisan Matahari Apa Saja? Ini Struktur Lengkapnya

Hendro Ari Gunawan
Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
4 Desember 2025 10:04 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kiriman Pengguna
Lapisan Matahari Apa Saja? Ini Struktur Lengkapnya
Lapisan matahari apa saja? Simak pembahasan dalam artikel ini mengenai struktur lengkap matahari dari yang terdalam hingga terluar.
Hendro Ari Gunawan
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi matahari. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi matahari. Foto: Unsplash
ADVERTISEMENT
Matahari tersusun atas struktur kompleks yang terus bekerja menghasilkan energi. Setiap lapisan memiliki karakteristik dan peran penting dalam proses pembentukan cahaya dan panas. Lalu, lapisan matahari apa saja? Secara umum, struktur utama matahari terdiri dari bagian inti, zona radiasi, zona konveksi, fotosfer, kromosfer, dan korona. Untuk mengetahui bagaimana karakteristik masing-masing lapisan, simak uraian lengkapnya di bawah ini.
ADVERTISEMENT

1. Bagian Inti Matahari

Inti adalah pusat utama aktivitas matahari dalam menghasilkan energi. Menurut laman NASA Science, suhu di bagian ini mencapai sekitar 15 juta derajat Celsius dengan kepadatan yang sangat tinggi, kondisi ideal untuk terjadinya fusi nuklir. Pada proses ini, atom hidrogen bergabung menjadi helium. Reaksi ini melepaskan energi dalam jumlah besar. Energi tersebut kemudian merambat perlahan ke lapisan-lapisan luar hingga akhirnya tampak sebagai cahaya yang tampak sampai ke bumi.

2. Zona Radiasi

Zona radiasi terletak tepat di luar inti. Pada wilayah ini, suhu dan kepadatan mulai menurun sehingga reaksi fusi tidak mungkin terjadi. Energi yang diproduksi inti bergerak melalui proses radiasi elektromagnetik. Partikel cahaya terus berinteraksi dengan materi dan memanaskan area ini, membawa energi menuju bagian luar matahari.
ADVERTISEMENT

3. Zona Konveksi

Setelah melewati zona radiasi, energi masuk ke zona konveksi. Di sini, suhu dan kepadatan gas semakin rendah. Berdasarkan penjelasan laman Space Weather Explorers, lapisan ini memindahkan energi dengan cara konveksi, yakni gas panas naik ke permukaan, kemudian mendingin dan turun kembali sebelum memanas lagi. Siklus naik-turun ini menciptakan gerakan konveksi yang sangat aktif.

4. Lapisan Fotosfer

Fotosfer adalah lapisan yang dikenal sebagai permukaan matahari yang tampak oleh mata kita. Menurut laman European Space Agency, fotosfer adalah tempat energi akhirnya bisa keluar bebas ke ruang angkasa sebagai cahaya. Suhu fotosfer bervariasi dari satu area ke area lain.

5. Lapisan Kromosfer

Kromosfer berada tepat di atas fotosfer. Pada bagian ini, kepadatan gas menurun, tetapi suhunya justru meningkat tajam dari 6000°C hingga sekitar 20.000°C. Lapisan ini menghasilkan sebagian besar sinar ultraviolet matahari. Mengutip laman Space, kromosfer memancarkan cahaya merah terang ketika hidrogen panas terbakar. Namun, cahaya ini hanya dapat terlihat jelas saat gerhana matahari total karena biasanya tertutup oleh terang fotosfer.
ADVERTISEMENT

6. Lapisan Korona

Korona adalah atmosfer terluar matahari, yang membentang hingga jutaan kilometer ke luar angkasa. Korona akan sangat jelas terlihat saat gerhana matahari total sebagai cahaya putih keabu-abuan yang menyembur keluar. Lapisan ini terdiri dari gas terionisasi yang sangat panas. Ketika gas tersebut mendingin, ia mengalir keluar sebagai angin matahari yang dapat memengaruhi medan magnet bumi.
(SA)