Proses Terbentuknya Planet dari Awal Hingga Menjadi Planet Batuan dan Gas

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Proses terbentuknya planet terdiri dari rangkaian perjalanan panjang yang berlangsung selama jutaan hingga miliaran tahun. Pembentukannya dimulai dari nebula hingga akhirnya melahirkan planet seperti Merkurius, Venus, hingga Saturnus. Setiap tahap memiliki peran penting dalam struktur tata surya yang dikenal saat ini. Simak penjelasan lengkapnya pada uraian di bawah ini.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
1. Awal Mula Pembentukan Planet
Planet-planet diyakini terbentuk dari cakram gas dan debu yang berputar. Menurut laman Las Cumbres Observatory, cakram ini disebut nebula, yang terdiri dari hidrogen, helium, serta unsur lain dalam jumlah kecil yang berasal dari sisa ledakan bintang. Ketika terjadi gangguan gravitasi dari bintang lain atau ledakan bintang, nebula dapat runtuh dan mulai menyusut ke satu titik pusat.
2. Pembentukan Cakram Protoplanet (Protoplanetary Disk)
Laman Center for Astrophysics menjelaskan bahwa ketika nebula jatuh ke pusat, materi yang tersisa akan membentuk cakram berputar. Setelah bintang berhenti mengakresi materi, cakram ini tetap berada di orbitnya. Gas dan debu di dalam cakram protoplanet inilah yang menjadi bahan dasar planet. Komposisi kimia cakram protoplanet akan memengaruhi seperti apa jenis planet yang terbentuk di kemudian hari.
3. Pembentukan Planetesimal
Partikel-partikel kecil dalam cakram mulai saling tarik menarik akibat gravitasi. Partikel debu berubah menjadi kerikil, kerikil menjadi batu, dan terus berkembang menjadi bongkahan yang lebih besar. Gas dalam cakram membantu partikel saling menempel. Dari proses ini terbentuklah objek besar yang disebut planetesimal, yaitu batuan awal pembentuk planet.
4. Kemunculan Protoplanet
Seiring waktu, planetesimal saling bertabrakan dan bergabung. Tumbukan berulang ini membuat ukurannya semakin besar. Ketika massa mereka mencapai ukuran kira-kira setara Bulan, objek tersebut disebut protoplanet. Proses penggabungan dan pertambahan massa ini dikenal sebagai akresi.
5. Pembentukan Planet Gas dan Planet Batuan
Suhu di tata surya sangat memengaruhi jenis planet yang terbentuk. Berdasarkan laman NASA Science, berikut proses pembentukan planet-planet bagian dalam yang berbatu dan planet-planet bagian luar berbentuk gas.
Planet Luar atau Raksasa Gas: Di wilayah luar tata surya yang lebih dingin, unsur seperti air dan metana tidak menguap. Di kondisi ini, inti planet dapat menarik gas seperti hidrogen dan helium dalam jumlah besar. Dari proses inilah terbentuk Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus.
Planet Dalam atau Planet Batuan: Di wilayah yang lebih dekat ke Matahari, suhunya jauh lebih tinggi. Hanya material dengan titik leleh sangat tinggi yang tetap padat, sementara unsur lain menguap. Akibatnya, terbentuk planet-planet batuan seperti Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars.
4. Tahap Akhir Pembentukan Planet
Planet yang telah mencapai ukuran besar memiliki gravitasi cukup kuat untuk membersihkan orbitnya dari benda langit lain. Ketika orbitnya sudah stabil dan tidak lagi terjadi tumbukan besar, planet tersebut dianggap telah selesai terbentuk.
Baca Juga: Mengenal Planet Tertua di Alam Semesta dan Karakteristiknya
(SA)
