Mengapa Logam Berbunyi Lebih Nyaring Saat Dipukul? Ini Penjelasannya

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Banyak orang mungkin bertanya-tanya, mengapa logam berbunyi lebih nyaring saat dipukul? Fenomena ini mudah ditemui dalam kehidupan sehari-hari, misalnya ketika memukul lonceng, pagar besi, atau gong. Bunyi yang dihasilkan benda logam terdengar lebih keras dibandingkan ketika memukul kayu atau plastik yang cenderung menghasilkan suara lebih redup. Perbedaan tersebut berkaitan erat dengan sifat fisik logam yang mampu menghantarkan dan mempertahankan getaran dengan sangat baik. Simak penjelasan lengkapnya pada uraian di bawah ini.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
1. Struktur Partikel yang Rapat
Logam menghasilkan suara nyaring saat dipukul karena struktur atom yang unik. Berdasarkan laman Science Ready, logam tersusun atas ion-ion positif yang dikelilingi oleh elektron terdelokalisasi, yaitu elektron yang terlepas dari atom induknya
Ketika logam dipukul, energi dari benturan menyebabkan ion-ion tersebut bergetar. Getaran ini kemudian menyebar dengan cepat ke seluruh bagian logam karena partikelnya tersusun rapat, sehingga menciptakan gelombang suara yang terdengar sebagai bunyi yang nyaring.
2. Kekakuan Logam
Sebagian besar benda logam memiliki sifat kaku dan keras. Menurut laman Chemistry LibreTexts, kekakuan ini membuat logam mampu mempertahankan getaran dalam waktu yang lebih lama. Sifat kaku tersebut memungkinkan terjadinya resonansi, yaitu penguatan getaran yang menghasilkan bunyi lebih keras dan jelas.
3. Daya Redam yang Rendah
Daya redam merupakan kemampuan suatu bahan untuk menyerap energi getaran. Logam memiliki daya redam yang relatif rendah dibandingkan bahan lunak seperti kayu, plastik atau karet. Pada material lain, sebagian energi benturan akan diserap oleh struktur atomnya sehingga getaran cepat mereda dan suara menjadi lebih pelan.
Sebaliknya, pada benda logam, getaran ditransmisikan secara efisien melalui elektron yang bergerak bebas. Hal ini menyebabkan energi getaran bertahan lebih lama dan menghasilkan bunyi yang lebih keras.
4. Proses Terjadinya Bunyi pada Logam
Merujuk laman PASCO Scientific, proses terjadinya bunyi pada logam dapat dijelaskan sebagai berikut.
Pertama, bunyi muncul ketika logam dipukul. Benturan tersebut menyebabkan logam bergetar dan menghasilkan gelombang tekanan. Gelombang tekanan ini membuat partikel-partikel pada logam ikut bergetar.
Selanjutnya, getaran partikel menghasilkan energi kinetik yang ditransmisikan melalui molekul-molekul dalam suatu medium. Karena partikel-partikelnya tersusun rapat, energi ini dapat merambat dengan cepat dari satu molekul ke molekul lainnya.
Energi getaran tersebut kemudian diteruskan ke medium di sekitarnya, seperti udara, sehingga partikel-partikel udara ikut bergetar.
Getaran inilah yang membentuk gelombang bunyi dan merambat hingga ke telinga pendengar. Karena getaran pada logam bersifat stabil dan kuat, bunyi yang dihasilkan terdengar lebih nyaring dan jelas.
Baca Juga: Penyebab Suara Bergema di Ruang Kosong dan Cara Mengatasinya
(SA)
